TARAKAN, mediakaltara.com – Melihat kebutuhan masker selama pandemi Covid-19 sangat penting dan agak sulit mendapatkannya, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan memberikan membimbing warga binaan memproduksi masker kain.

Saat ditemui, Humas Lapas Kelas II A Tarakan, Muhammad Fauzan Rizki menuturkan, para warga binaan wanita yang bisa menjahit di latih memproduksi masker kain.

“Kita lihat akhir-akhir ini masker kain digalakkan untuk membantu ketersedian masker medis. Kami mulai memfasilitasi warga binaan yang memiliki keahlian menjahit. Mesin jahit, kain dan benang kita yang siapkan agar bisa memproduksi masker kain ini,” pungkasnya.

Fauzan mengaku, dalam sehari produksi warga binaan ini bisa membuat 10 lembar masker, karena warga binaan yang mengerjakannya baru 4 orang.

“Kami targetkan sebanyak-banyaknya. Paling tidak programnya untuk semua warga binaan, jadi semuanya dapat,” ungkap.

Fauzan menjelaskan, produksi masker kain ini belum diperjualbelikan, lantaran fokus memenuhi kebutuhan masker bagi warga binaan di dalam lapas.

“Kalau semua warga binaan sudah mendapatkan masker yang diproduksi, kita bisa saja memproduksinya untuk dipasarkan. Untuk ukuran dan konsep kita yang monitor. Jadi nanti output-nya bagus dan standar dengan di pasaran,” terangnya.

Bahan yang digunakan memproduksi masker kain ini, lanjut Fauzan, menggunakan kain katun, disalamnya dilapis tisu.

“Kita terbuka dengan pihak luar apabila ingin memesan. Bisa juga menyediakan bahan dan nantinya para warga binaan yang akan mengerjakannya. Atau bahan dari kita dan output-nya kita jual dengan harga berapa. Produk warga binaan yang nilai ekonomis itu nanti akan disalurkan dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” demikian Fauzan. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here