TARAKAN, mediakaltara.com – Liem Budi Santoso, salah satu terpidana Tindak pidana korupsi (Tipikor) pematangan lahan pembuatan paralel Runway Bandara Juwata Tarakan tahun 2009 lalu, menyerahkan uang pengganti dan denda Rp.1.588.983.000 melalui penasehat hukumnya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kantor Kejaksaan Negeri Tarakan, Senin (16/11/2020) kemarin.

Usai penyerahan, Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan, Fatkhuri mengatakan, penyerahan uang pengganti ini berdasarkan putusan Kasasi dari Mahkamah Agung Putusan MA No.364 K/Pid.Sus/2019 tanggal 2 April Tahun 2019. Terpidana Liem Budi sudah di eksekusi dan baru menyerahkan uang pengganti dan denda, sesuai putusan hakim.

“Ini itikad baik, kita tidak perlu melakukan tracking harta benda dan lainnya. Meski di masa pandemi ini, terdakwa bersedia membayar. Jadi, eksekusi tuntas untuk pidana badan dan uang pengganti maupun denda,” katanya.

Diterangkan Fatkhuri, nominal uang pengganti inj seharusnya, Rp1,403 miliar. Karena sebelumnya ada uang hasil rampasan Rp15 juta yang sudah disetorkan ke kas negara, jadi uang pengganti yang dibayar menjadi Rp1,388 miliar.

“Setelah ini langsung kami kita setorkan ke kas negara melalui Bank Mandiri untuk masuk ke akun denda dan uang pengganti perkara Tipikor,” terang dia.

Sementara itu, Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tarakan, Tohom Hasiholan menyebutkan, selain denda dan uang pengganti, Liem Budi Santoso juga tetap menjalani pidana penjara 5 tahun.

“Pidana dendanya Rp200 juta subsider pidana kurungan selama 6 bulan. Kalau uang pengganti tidak dibayar, maka harus diganti dengan pidana penjara 4 tahun. Setelah Liem Budi menyelesaikan uang pengganti dan dendanya ini, maka hukuman 4 tahun dan 6 bulan penjara tidak ditambahkan dengan pidana pokok 5 tahun penjara. Jadi, uang yang diserahkan Liem Budi melalui Penasehat Hukumnya, sebesar Rp1,588 miliar,” urainya.

Untuk diketahui, Liem Budi saat ini masih menjalankan pidana di perkaranya yang pertama terkait kasus korupsi di Banjarmasin, Kalsel. Liem Budi menjalankan masa pidananya di Rutan Sempaja Samarinda, Kaltim. Sedangkan pidana Tipikor pematangan lahan pembuatan paralel Runway Bandara Juwata Tarakan, prosesnya di tahun 2016. Apabila masa hukumannya pertama selesai, Liem Budi akan melanjutkan pidana penjara untuk kasus pematangan lahan pembuatan paralel Runway Bandara Juwata Tarakan ini. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here