TARAKAN, Mediakaltara.com – Pengungkapan Sabu dalam kemasan makanan Apollo pandan, di Seccurity Cek Point (SCP) 1 oleh petugas Avsec Bandara Juwata Tarakan, Kamis (1/7/2021) lalu. Tim Berantas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara, berhasil menangkap seorang bandar terkenal yang juga residivis Narkotika berinisial SD.

Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Samudi membenarkan telah mendapat laporan dari petugas Avsec adanya seorang ibu rumah tangga berinisial WE membawa koper berisi barang diduga narkotika jenis Sabu sekitar pukul 10.00 Wita hari Kamis lalu.

“Dari dua koper yang di bawa WE, salah satu berisi makanan merek appolo rasa pandan. Saat di buka dan di periksa petugas Avsec bersama tim berantas. Menemukam sabu-sabu di dalamnya sebanyak 16 bungkus, kemudian di timbang beratnya 394,76 gram,” ujarnya, Senin (5/7/2021).

Samudi menerangkan, Saat WE di interogasi barang itu milik siapa, WE mengaku itu barang milik suaminya berinisial SD. Modus penyelundupan ini, suami-istri itu rencananya akan berangkat ke Makassar. SD ini tanpa sepengetahuan istrinya, menyuruh Porter untuk antarkan cek in tiket. Kemudian SD beralasan pulang sebentar kerumah untuk manaruh motor.

 

“Jadi WE dan porter ini memang tidak mengetahui isi koper SD. Begitu WE bersama Porter Cek in, lalu barangnya melewati X-Ray di curigailah koper itu oleh petugas Avsec SCP 1. Sehingga di lakukan pemeriksaan dan penggeledahan.

“Pada saat itu juga, SS menelpon WE menanyakan apakah sudah cek in. Lalu di jawab “Sudah”. Tapi SD meminta video call (Vc), karena curiga suasana di terminal Hening. Sehingga kami cepat-cepat membawa WE ke ruang tunggu untuk Vc dengan suaminya itu,” urai Jenderal bintang satu ini.

Setelah VC, kata Samudi, SD juga sempat mengirim chat Whatsaap kepada istrinya meminta maaf, karena tidak memberitahu jika ada sesuatu dalam koper itu, dan menyuruh istrinya kembali pulang.

“Saat WE di antar pulang kerumahnya sekitar Jembatan Besi RT 11, Kelurahan Lingkas Ujung guna pengembangan. SD telihat berada di sepan rumah bersiap melarikan diri. Ketika melihat petugas kami, SD langsung kabur, sehingga sempat terjadi aksi kejar-kejaran yang membuat seorang petugas kami terluka. Tapi SD berhasil kita amamkan,” katanya.

Samudi mengungkapkan, saat waktu di geledah, pihaknya Menemukan dari kantong celana SD satu bungkus sabu di dalam kotak rokok seberat 1,17 gram. Ka BNNP Kaltara menyebut, SD memang pemain lama, karena pernah menjadi residivis narkotika. SD juga sudah lama menjadi DPO Polda dan Polres. Pihaknya dapat pastikan bahwa SD merupakan bandar besar dan termasuk sulit ditangkap atau licin.

“Dari pengakuan SD, sabu dalam kemasan Apollo itu dari seorang berinisial R. Ia di janjikan upah Rp5 juta apabila sabu itu sampai ke Makassar. Untuk pelaku R saat masih dalam pencarian kita,” ungkap dia.

Dijelaskan Samudi, SD telah di tetapkan sebagai tersangka dan di tahan. sedangkan Istrinya dan Porter di bandara, hanya sebagai saksi. Karena tidak mengetahui isi koper itu.

“Atas perbuatannya SD kita jerat pasal 114 subsidair 132 junto 112, Undang-undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 Miliar,” demikian Brigjen Pol Samudi. (crz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here