TARAKAN, mediakaltara.com – Praktik prostitusi di kota Tarakan masih marak. Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 05.00 Wita di sebuah hotel Pulau Sumatra, Kelurahan Pamusian, Unit Tindak pidana tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Tarakan dibantu backup Subdit Renata Dit Reskrimum Polda Kaltara, menangkap seorang mucikari berinisal FR alias GA (25) saat sedang melayani pelangganya.

Kapolres Tarakan AKBP Filol Praja Arthadira melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Aldi mengatakan, dari pengungkapan tersebut didapati praktik prostitusi dengan barang bukti uang tunai senilai Rp1 Juta.

“Modusnya pelaku yakni mencari pelanggan di dalam bar daerah Tarakan. Dia menawarkan kepada pria dalam bar. Setelah deal, FR menjadi penghubung kepada perempuannya dan juga membukakan kamar hotel. Kemudian perempuan di masukkan dalam kamar, lalu pelanggannya di suruh masuk,” urai Kasat Reskrim, Selasa (6/4/2021).

Aldi menjelaskan, saat ini yang pelaku FR sudah ditetapkan tersangka dan sudah di tahan dalam rutan polres Tarakan

“Dari hasil introgasi, biasanya FR memasang tarif Rp1,5 Juta. Namun saat diamankan pelanggannya menawar dan deal di harga 1 Juta. Kami akan dalami apakah tarih Rp1 Juta ini sekali kencan atau satu malam,” terang dia.

Dari informasi diterima, lanjut Aldi, ada tiga orang perempuan yang di tawarkan FR kepada pria hidung belang. Namun saat diamankan hanya satu orang perempuan saja.

“Kalau untuk bagi hasil sendiri, si mucikari kadang meminta setengah, atau juga Rp300 Ribu, jadi tentative. Sementara Perempuan yang di tawarkan dewasa semua, tidak ada yang di bawah umur,” ucapnya.

Ia menyebutkan, pelanggan yang menggunakan jasa FR ini orang dalam bar yang mau.

“Pengakuannya dia (FR) baru-baru bisnis begini. Tapi dari informasi yang kita dapatkan dia ini sudah lama melakukan ini. Jadi pelaku FR ini juga pernah terjerat kasus narkoba pada 2017 lalu,” ujarnya.

Aldi menegaskan, pelaku FR akan di sangkakan pasal 2 ayat 1 nomor 21 tahun 2007, tentang pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), atau pasal 296 KUHP, atau pasal 506 KUHP.” Ancamannya bisa sampai lebih 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara itu pelaku AR mengaku, dirinya diminta tolong oleh teman perempuannya untuk dicarikan pelanggan, dengan tarif yang di tentukan oleh perempuan tersebut.

“Kalau komisi saya tidak menentukan. Jadi tergantung mereka. Biasanya saya dapat Rp400rb jika tarifnya Rp1,5 juta. Tapi kalau sama perempuan yang tinggal serumah dengan saya. Tidak pernah saya minta komisi,” ungkap pria yang juga pemilik sebuah salon ini. (Rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here