JAKARTA, mediakaltara.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Penangkapan Edhy diduga terkait kasus korupsi ekspor benih lobster.

Menilik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Edhy tercatat memiliki kekayaan Rp7,422 miliar. Data itu termuat dalam laman elhkpn.kpk.go.id.

Edhy menyampaikan harta kekayaan untuk periodik 2019 itu pada 31 Maret 2020. Penyampaian LHPKN saat menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Rinciannya, harta tak bergerak Edhy Rp4,349 miliar. Harta terdiri atas tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah Muara Enim, Sumatra Selatan; Bandung Barat, dan Bandung, Jawa Barat.

Harta bergerak berupa transportasi tercantum senilai Rp890 juta. Transportasi milik Edhy berupa motor Yamaha RX-King Tahun 2002 senilai Rp4 juta. Motor Honda Beat Tahun 2009 senilai Rp6 juta.

Mobil Mitsubishi Pajero Sport Jeep tahun 2011 dan 2017 senilai Rp270 juta dan Rp500 juta. Kemudian sepeda sport BMC senilai Rp65 juta dan Honda Genset senilai Rp45 juta.

Harta bergerak lainnya yang dimiliki politikus Gerindra itu tercatat senilai Rp1,926 miliar. Kas dan setara kas senilai Rp256,5 juta.

Edhy ditangkap di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. KPK turut memboyong keluarga Edhy.

KPK membutuhkan waktu 1×24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang ditangkap. Status mereka bakal diumumkan melalui konferensi pers. (Medcom.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here