TARAKAN, mediakaltara.com – Oknum polisi, Muhammad Alexander, dituntut 18 tahun penjara denda Rp1 miliar dan subsider 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), dalam Perkara sabu 2,9 kilogram (Kg), di Pengadilan Negeri Tarakan.

Selain Alex, JPU menuntut terdakwa Hardiansyah dengan 18 tahun penjara juga. Karena turut mengedarkan sabu yang diterimanya dari Alex.

“Hal yang memberatkan Alex yakni, sebagai aparat penegak hukum, seharusnya ikut memberantas peredaran gelap narkotika. Sementara pertimbangan yang meringankan, Alex merupakan tulang punggung keluarga,” ungkap Jaksa Penuntut Umum, Andi Aulia Rahman.

Ia menyebut, berdasarkan fakta persidangan, keterangan saksi, surat, maupun petunjuk. JPU menyimpulkan untuk menuntut sesuai dakwaan ke satu, yaitu pasal 114 ayat 1 junto pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.“Pada inti dalam amar putusan ini, terdakwa melakukan tindak pidana narkotika secara pemufakatan jahat. Sehingga menjatuhkan tuntutan kepada terdakwa, dengan pidana penjara selama 18 tahun. Tak hanya itu, kami juga meminta majelis hakim memberikan denda Rp1 miliar, jika tak bisa dibayarkan, terdakwa wajib mengganti dengan 6 bulan penjara,” urainya.

Lanjut Aulia, barang bukti dirampas untuk dimusnahkan dalam kasus ini berupa handphone. Sedangkan barang bukti sepeda motor yang digunakan sebagai sarana kejahatan dirampas untuk negara.

Ia mengatakan, dalam fakta persidangan agenda mendengarkan keterangan terdakwa, Alex mengaku berkomunikasi dengan orang yang tidak ia ketahui namanya. Diduga orang suruhan Hendro, salah satu narapidana Lapas Tarakan. Kemudian di minta untuk mengambil bungkusan plastik berisi sabu di Jalan Yos Sudarso pada 5 Juli 2020 lalu.“Alex kemudian memyerahkan sabu ini kepada Hardiansyah. Alex mengaku, dijanjikan upah sebesar Rp 20 juta-Rp 50 juta. Makanya tuntutan Hardiansyah kita bacakan setelah Alex. Minggu depan diagendakan mendengarkan pembelaan dari penasehat hukum kedua terdakwa,” demikian Andi Aulia Rahman. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here