TARAKAN, mediakaltara.com – RaziaTempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Sei Bengawan, Satuan Polisi Pamong Praja Tarakan, menjaring sejumlah wanita pemandu karaoke dan pengunjung, Sabtu (2/11/2019) kemarin malam.

Razia di Bengawan ini sempat menuai pertanyaan dari penanggung jawab THM tersebut, Lantaran petugas dinilai pilih kasih. penanggung jawab itu mempertanyakan THM lain berkedok hotel inisial JGR di Kelurahan Gunung Lingkas, dan SJT di Kelurahan Karang Balik yang tidak pernah di razia petugas.

Saat dikonfirmasi, Penanggung Jawab Karaoke Bengawan, Erlang membenarkan adanya razia KTP kepada pengunjung dan mengamankan delapan pemandu karaoke. Dari razia tersebut Satpol PP mempertanyakan juga izin usaha,”Kalau izin usaha kami masih terkendala adanya kepengurusan pajak. Sementara delapan wanita pemandu karaoke yang di amankan jam 4 pagi tadi sudah pulang semuanya cuma untuk didata,” ungkapnya, Minggu (3/11/2019)

Erlang membeberkan, di Tarakan masih ada diduga modus prostitusi berkedok hotel, yang hingga kini belum pernah diperiksa oleh Satpol PP. Baik identitas penghuni maupun izin usaha yang dipakai hotel tersebut.

“Kenapa hanya Bengawan saja yang diurus. Itu hotel yang nyatanya ladies di tampilkan dalam kaca kenapa engga di razia dan tidak dipermaslahkan,” bebernya.

Sejak Pemkot Tarakan menutup kegiatan prostitusi di bengawan, Erlang mengaku, pihaknya juga tidak memperbolehkan adanya tindakan asusila. Namun pihaknya tidak bisa mengawasi semua aktifitas pengunjung bersama pemandu,“Kami selalu mengingatkan pengunjung bahwa hanya karaoke. Tapi kalau habis minum disini, lalu dibawa ke hotel kan sama juga. Tapi kami sudah berupaya menolak prostitusi,” tegasnya.

PETUGAS melakukan pemeriksaan KTP Pemandu Karaoke dan pengunjung di Bengawan

Terpisah Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan, Hanip Matiksan menjelaskan, razia di Bengawan dilakukan pukul 23.30 Wita kemarin. Razia itu bertujuan memeriksa identitas pengunjung karaoke, pemandu maupun pemilik karaoke.

“Dari razia kali ini kami mengamankan delapan wanita pemandu karaoke dan empat lelaki turut diamankan. Dua diantaranya didiuga kepergok sesaat sebelum melakukan hubungan intim. Kami dapati didalam kamar,” terangnya.

Hanip menuturkan, terkait razia di tempat karaoke lain yang berkedok prostitusi, pihaknya berjanji akan melakukan pemeriksaan izin usaha dan identitas. Hal itu akan dilakukan dalam waktu dekat ini,“Waktu dan tempat kami rahasiakan. Jangan sampai bocor lagi,” ujarnya.

Lanjut Hanip, Sebelum mendatangi tempat karaoke, pihaknya juga menyambangi sembilan cafe serta warung makan. Dengan tujuan untuk memeriksa izin usaha di tempat tersebut. Dari sembilan tempat usaha yang tersebar di Jalan Kusuma Bangsa dan di Jalan Mulawarman, semuanya tidak dapat menunjukan izin usaha.

“Kebanyakan alsannya bagian yang mengurus perizinan tidak ada di tempat. Selasa (5/11/2019) nanti, kami panggil semua dengan membawa surat-surat yang mau diurus izinnya. Kan ini untuk mengembangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita,”tuntasnya. (m86/rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here