TARAKAN, mediakaltara.com – Guna menunjang kinerja jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kaltara dalam mengamankan wilayah perbatasan perairan Kaltara. Polda Kaltara mengajukan adanya peningkatan anggaran ke Mabes Polri. Hal ini dilakukan guna mewaspadai ancaman penyelundupan barang serta kejahatan di perairan.

Usai perayaan HUT Polairud ke-70, Kapolda Kaltara, Irjen Pol Bambang Kristiyono mengungkapkan, meski dengan kondisi yang minim saat ini, Ditpolairud sudah luar biasa melakukan pengamanan. Bahkan sudah nerhasil melakukan beberapa kali pengungkapan tindak pidana di perairan.

“Tahun 2021 mendatang, Ditpolairud akan mendapat penambahan anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) patroli senilai Rp 10 miliar dari Mabes Polri. Untuk armada yang beroperasi milik Ditpolairud Polda Kaltara, ada sebanyak 9 armada laut dan 1 helikopter,” ungkap Kapolda Kaltara, di Mako Dit Polairud Polda Kaltara, Selasa (1/12/2020).

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Bambang Kristiyono saat mengikuti upacara Virtual HUT ke-70 Polairud.

Dengan jumlah armada saat ini, Kata Kapolda, pihaknya akan mengajukan penambahan helikopter dengan kapasitas yang lebih besar. Selain itu juga mengajukan penambahan untuk armada laut.

“Untuk jumlah personil, sudah beberapa kali Ditpolairud mendapat tambahan dari bintara serta tamtama yang memang jalur khsusus di Polairud. Hal ini juga menjadi prioritas Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis,” ujar dia.

Sementara itu, Direktur Polairud Polda Kaltara, Kombes Pol Nyoman Budiarja mengakui, operasi rutin masih menjadi kendala, lantaran sumber daya yang ada di Ditpolairud masih kurang.

“Kita dapat alat hibah dari Polda Kaltim dan SDM nya sedikit sekali, hanya 42 orang. Tapi tidak menyrutkan kita terus bekerja. Dengan adanya penambahan anggaran BBM di tahun depan, menjadi modal khusus personil untuk lebih giat melakukan patroli,” terangnya.

Ia menjelaskan, hingga tahun ini pihaknya sudah membangun tiga pos yang terletak di Pulau Sebatik, Nunukan dan Pelabuhan Ancam.

“Dengan ada pos ini, armada kita bisa stanbay. kita buat pos di Perairan Ancam, karena rawan pencurian dan lalu lintas perairan yang ramai,” ucapnya.

Nyoman juga menuturkan, dari 9 armada tidak semuanya beroperasi secara maksimal. Pasalnya Lima diantara armada tersebut perlu peremajaan. Bahkan pihaknya masih membutuhkan dana Rp 1 miliar untuk meremajakan satu kapal.”Tapi kita juga dapat hibah dari Amerika Serikat di tahun 2021. Bodi kapal masih bagus. Cuma mesin dan navigasi hancur,” urainya

Nyoman membeberkan, sepanjang tahun 2020 ini berhasil mengungkap 10 kasus kejahatan. Terdiri dari kasus narkoba, penyelundupan Minyak dan Gas Bumi (Migas), perlindungan imigran, illegal logging, serta pencurian speedboat.

“Kami memang jarang menangani kasus narkoba, karena basis datanya tidak ada. Sehingga, pengungkapan yang ada terhenti. Beda dengan kesatuan wilayah yang sudah menangani kasus yang banyak, otomatis basis datanya banyak,” pungkasnya. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here