TARAKAN, mediakaltara.com – Sarang Burung Walet (SBW) Putih diibaratkan sebagai Emas Putih dikarenakan harganya yang tergolong fantastis, di pasar domestik harga emas putih ini berkisar 10 juta rupiah bahkan bisa lebih untuk per kilogramnya. Harga fantastis inilah yang menyebabkan banyak orang berlomba-lomba membangun rumah walet. Produksi emas putih tergolong tinggi dan konstan hampir di semua Wilayah Kalimantan Utara.

Kepala Balai Karantina Pertanian Tarakan, Akhmad Alfaraby menyebut, tingginya lalu lintas domestik emas putih, Petugas Karantina Tarakan Wilker Bandara Juwata tiap keberangkatan melakukan pemeriksaan fisik terhadap 306 kg SBW tujuan Jakarta dan Batam. Pemeriksaan fisik dan pengujian Laboratorium untuk kandungan nitrit.

“Selama periode Januari 2020 sampai saat ini, kami telah mensertifikasi  356 kali Sarang Burung Walet Putih dengan total 19.233,2 kg. Kalau di uangkan SBW tersebut dikisaran Rp. 192.332.000.000. Sayangnya tujuan SBW dari Kaltara masih pasar domestik, di daerah tujuan diproses lebih lanjut dan diekspor dari daerah itu. Padahal kalau SBW kaktara langsung diekspor pasti akan lebih menguntungkan,” terangnya.

Petugas BKP Tarakan memeriksa SBW sebelum dikirim keluar Kaltara.

Kendala yang dihadapi untuk ekspor SBW, menurut Alfaraby, Kalimantan Utara belum memiliki tempat pemrosesan SBW dan Rumah Walet yang sulit tertelusur. Pasalnya  tersebar di Pulau-pulau yang berbeda, mulai dari Tarakan, Malinau, Nunukan, Tanjung Selor dan beberapa tempat lain.

“Sejumlah negara penerima ekspor SBW biasanya memiliki standar khusus. Untuk ekspor tujuan China misalnya, setiap rumah walet dan tempat pemrosesan yang digunakan harus terdaftar,” ungkap dia

Ia mengakui, potensi ekspor SBW dari Kalimantan Utara sangatlah besar. Kendala-kendala yang dihadapi dapat diatasi salah satunya dengan mensosialisasikan standar untuk bangunan rumah walet dan pesyaratan lain kepada pemilik” Selain itu diperlukan juga kesadaran pemilik untuk melaporkan rumah waletnya,” tuntasnya. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here