TARAKAN, mediakaltara.com – Seorang Mahasiswa aktif semester akhir, berinisial MS harus berurusan dengan aparat kepolisian, lantaran tertangkap mengedarkan narkotika jenis sabu di rumahnya RT 18 Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur, Selasa (6/10/2020).

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Reskoba AKP Muhammad Musni menerangkan, MS tinggal bersama saudaranya, sementara orangtuanya berada di Malaysia. Saat ditangkap, pelaku sedang mengemas sabu menjadi ukuran kecil di dalam kamarnya.

“Selain opsnal kami menemukan sabu seberat 2,9 gram, diamankan juga alat hisap sabu, timbangan digital dan uang Rp 900 ribu,” ujarnya, belum lama ini.

Musni mengungkapkan, cara membungkus sabu yang dilakukan pelaku masih terbilang manual. Sebab pelaku menggunakan lilin untuk mengemas sabu setelah ditimbang dalam ukuran kecil.

“Sabu yang dijual pelaku, mulai harga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Pelaku mengaku membeli sabu dari seorang di sekitar Timbunan Beringin, Kelurahan Selumit Pantai seharga Rp1,5 juta. Kita belum tau siapa yang penjual sabu ke MS ini, karena terputus disitu. MS mengaku tidak kenal dan hanya ditawari barang, tapi tidak tahu siapa orangnya,” terang Kasat Resnarkoba.

Lanjutnya, Selain menjual, ternyata pelaku juga memakai barang haram itu.“Kalau bisnis sabunya, pengakuan MS baru sebulanan ini. Pelaku beralasan terdesak kebutuhan hidup, sehingga berani menjual sabu. MS juga mengaku lagi membutuhkan biaya untuk menyelesaikan kuliahnya. Pelaku ini salah satu Mahasiswa perguruan tinggi yang ada di Tarakan, dan sedang mengerjakan skripsi tahap akhir,” urainya.

Musni mengatakan, MS menjual sabu ini ke warga Tarakan dan Pulau Tibi, Kabupaten Tana Tidung. Di Pulau Tibi ini, memang kerap menjadi lokasi warga untuk memancing dan mencari kerang tudai.

“Caranya, MS naik perahu sama temannya. Lalu menjual ke nelayan yang mancing dan yang sedang mencari kerang. Jalannya malam hari. Tapi temannya tempat menumpang perahu ini, tidak mengetahui tujuan MS ikut untuk jualan sabu,” kata dia.

Ditegaskan Musni, atas perbuatannya ini, MS dijerat pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 Undang undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.”Pelaku terancam pidana minimal 5 tahun penjara,” tutupnya. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here