TARAKAN, mediakaltara.com – Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dua bulan lalu, eskpor domestik hasil produk perikanan seperti ikan bandeng sempat mengalami penurunan. Namun ketika mulai dilonggarkan dan persiapan menuju ke tatanan kehidupan baru, ekspor produk ikan bandeng kembali bergairah.

“Usai Idul Fitri ada pergerakan naik. Sepertinya perlahan ekonomi terbuka dan pasar berjalan seperti biasa. Tapi belum singnifikan,” ungkap Suryadi salah satu pengusaha di bidang perikanan, belum lama ini.

Menurutnya, produk perikanan salah satu kebutuhan pokok masyarakat, sehingga semua pelaku usaha perikanan terus berjalan dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan.

“Ekspor yang saya lakukan tidak hanya di lokal Indonesia saja, namun ke negara tetangga seperti Malaysia yang saat ini kembali terbuka. Khusus pengiriman ikan bandeng ke Malaysia hanya ikan ukuran size besar. Semenjak ekonomi kembali dibuka, ada kenaikan hingga 30 persen,” terangnya.

Pengiriman ikan bandeng saat ini, diakui Suryadi, mencapai 200 ton. Apabila dibanding dengan dua bulan lalu, yaitu dikisaran 150 ton. Ini memberikan dampak positif kepada petambak untuk segera memanen.

“Selain jumlah pengiriman, harga juga ada kenaikan. Itu juga karena pasar dan rumah makan sudah mulai buka. Pas anjlok pengiriman, harganya dikisaran Rp 5 ribu, padahal Normalnya dikisaran Rp 9 ribu sampai Rp 10 ribu,” ucap dia.

Selama pandemi covid-19, pihaknya belum mendapati adanya jalur ekspor khusus hasil produk perikanan tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja, jumlah produk hasil perikanan yang dikirim mengalami penurunan. Kemudian selama pandemi covid-19, rendahnya daya beli masyarakat dan beberapa pasar ditutup mempengaruhi hasil perikanan yang dikirim.

“Mudah-Mudahan di new normal perekonomian kembali  bergairah. Kita juga mengharapkan, semoga kedepannya pengiriman keluar negeri tidak melalui eksportir, tapi kita bisa langsung mengirimkannya ke negara tujuan,” demikan Suryadi. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here