TARAKAN, mediakaltara.com – Sepanjang pandemi Covid-19 kegiatan ekpor komoditi perikanan dari Provinsi Kalimantan Utara tidak terlalu berdampak signifikan. Hal ini terlihat dari Rekapitulasi nilai ekonomis ekspor komoditi kelautan perikanan Kaltara selama tahun 2020.

Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Kemananan Hasil Perikanan (BKIPM) Tarakan, Umar mengungkapkan, meski pandemi Covid-19 dan lockdown di Malaysia produksi perikanan Kaltara tetap ada di Malaysia, meski harga mengalami penurunan pelaku ekspor tidak ada pilihan lain, karena jika mengirim melalui Surabaya, Jakarta biaya yang dikeluarkan lebih tinggi.

“Jadi kita tetap mengirim secara domestik ke Sebatik (Kepiting segar) kemudian di Sebatik kita keluarkan dokumen ekspor dan selanjutnya diambil oleh kapal milik Malaysia kemudian dibawah masuk karena kapal kita tidak bisa merapat kesana,” ungkapnya.

melihat tren selama tahun 2020 di tengah pandemi, diakui Umar, kegiatan eskpor disektor kelautan perikanan masih kelihatan tidak terlalu terpengaruh signifikan.

“Kegiatan ekpor komoditi kelautan perikanan tetap mengalami peningkatan meski tidak sama dengan tahun sebelumnya, paling tidak kita masih bertahan di tengah Pandemi Covid-19,” akunya.

Lanjut Umar, dari Rekapitulasi nilai ekonomis ekspor komoditi kelautan perikanan Kaltara selama tahun 2020 mencapai Rp 1,2 Trilyun, didominasi udang beku dan segar sebesar Rp 942,1 Milliar.”Kemudian di susul komiditas dominan lainya, seperti bandeng beku dan segar sebesar Rp 25 Milliar, Kepiting Bakau Hidup sebesar Rp 192,4 Milliar, Ikan segar bukan bandeng sebesar Rp 53,9 Milliar. Serta Rumput laut sebesar Rp 192,4 Milliar,” tuntasnya. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here