TARAKAN, mediakaltara.com – Hingga penghujung tahun 2020 Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara berhasil mengungkap peredaran gelap narkoba, dengan total barang bukti 19,081.600 gram atau sekitar 19 Kilogram lebih.

Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Henry P Simanjuntak melakui Kabid Berantas, AKBP Deden Andriana mengungkapan belasan kilogram sabu tersebut merupakan hasil pengungkapan dari 10 tindak pidana narkotika. Selain barang bukti narkotika pihaknya juga turut mengamankan uang tunai senilai Rp8.987.000.

“Dengan aspek supply reduction (memutus mata rantai) kami bekerjasama dengan Polda Kaltara, Bea Cukai Tarakan, Bandara Juwata Tarakan dalam melakukan penindakan,” ungkapnya.

Jumlah tersangka yang berhasil diamankan, kata Deden sebanyak 27 orang. Para tersangka ini merupakan bandar maupun kurir yang selama ini menjadi Target Operasi.

“Perbandingannya dengan tahun 2019, kasus ya g kami tangani sebanyak 22 kasus dengan 38 tersangka, dengan barang bukti 19,9 kilogram sabu,” terangnya.

Ia menyebutkan, modus operandi dengan gaya baru yang digunakan para pelaku diantaranya ditemukan, menyembunyikan sabu diwilayah pertambakan di Kaltara. “Ada juga modus Sekarang itu disimpan dulu didalam suatu rumah. Jadi pelaku punya beberapa rumah kos yang disewa,” sebut dia.

Lebih lanjut, kata Deden, ada beberapa kendala yang dilalui BNNP Kaltara selama pengungkapan kasus. Salah satunya, melibatkan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kaltara. Pasalnya, saat dilakukan pengembangan, segala alat komunikasi atau HP yang berhubungan dengan pelaku tindak pidana narkotika tidak berhasil didapat.

“Saat kita mau masuk kedalam untuk penggeledahan itu sangat riskan sekali. Karena mereka sudah antipati sama kita. Memang koordinasi ini gampang diucapkan tapi susah dilaksanakan,” tutupnya. (Mk88/rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here