BULUNGAN, mediakaltara.com – Pelatihan budidaya padi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan pola tanam Hazton secara virtual, dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, kepada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) se Kabupaten Bulungan. Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari sampai dengan tanggal 28 Oktober 2020.

“Pelatihan ini sangat penting. Kenapa harus Bulungan? Dalam kacamata kami Bulungan ini adalah daerah penyangga utama untuk komoditas padi atau beras di Kaltara. Bulungan sangat potensial untuk daerah pengembangan pertanian, dan juga ke depan menjadi pemasok kebutuhan pangan ke Ibu Kota Negara yang baru nanti” ungkap Yufrizal, Kepala KPw BI Provinsi Kalimantan Utara.

Dalam kesempatan tersebut Yufrizal juga memaparkan terkait perkembangan inflasi dan ekonomi baik Kaltara maupun nasional, dimana komoditas beras merupakan salah satu komoditas utama penyumbang inflasi.

Melanjutkan paparannya, Yufrizal menyampaikan bahwa sasaran pelatihan adalah PPL, karena mereka merupakan ujung tombak untuk memberikan dorongan kepada petani agar mau mengubah cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi pertanian. Dengan demikian diharapkan produktifitas petani meningkat, sehingga mendorong kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Kaltara, Ir. Wahyuni Nuzband, M. A. P, Bupati Kab. Bulungan, H. Sudjati, S.H., Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Timur, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Kalimantan Selatan, Kodim 0903/Tsr, Kepala Dinas Pertanian Kab. Bulungan dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) se Kab. Bulungan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Kaltara mengapresiasi upaya KPwBI Prov. Kalimantan Utara dalam penyelenggaraan pelatihan ini, dan berharap pelatihan ini akan mampu meningkatkan produktifitas padi dan kemandirian pangan di Kabupaten Bulungan dan Prov.Kalimantan Utara.

“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia, khususnya para penyuluh, dalam rangka pendampingan petani, sehingga petani dapat bertambah kesejahteraan dan pengetahuannya melalui peningkatan produktivitas padi di sawah”, kata Bupati Bulungan dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi pelatihan untuk seluruh PPL se-Kabupaten Bulungan.

KPwBI Prov. Kalimantan utara dalam pelatihan ini menghadirkan narasumber dari BPTP Kalimantan Timur, BBPP Binuang Kalimantan Selatan serta Anton Kamaruddin, SP., MSi (Kepala Balai Benih Induk (BBI) Padi Peniraman Kalimantan Barat) selaku salah satu penemu dan penggiat teknik budidaya padi menggunakan metode hazton. Pelatihan ini nantinya akan mendapatkan sertifikat dari BBPP Binuang.

Budidaya padi PTT merupakan program replikasi, dimana pada November 2019, KPwBI Prov. Kaltara bekerjasama dengan BPTP Kaltim, Dinas Pertanian Kab. Bulungan, dan Kodim 0903/Tsr telah membuat demplot di daerah Kec. Tanjung Palas Utara seluas 6 Ha.

Demplot tersebut telah menghasilkan rata – rata 7,4 ton GKP/Ha. Adapun metode hazton adalah suatu metode dalam budi daya tanaman padi dengan jumlah bibit 20-30 bibit/lubang tanam serta umur bibit yang cukup tua sekitar 30-35 hari. Kelebihan pola tanam hazton telah dibuktikan di Kalimantan Barat dengan keberhasilan meningkatkan produktifitas padi dari 4 ton menjadi 9 ton-20 ton/Ha. Sampai saat ini, metode ini sudah banyak diterapkan oleh banyak Provinsi di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan selepas pelatihan akan dibuat demplot di Kab. Bulungan.(kpw BI/rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here