TARAKAN, Mediakaltara.com – Sejumlah masyarakat Tarakan masih ada yang tertipu dengan tawaran Pinjaman online atau Pinjol ilegal. Hal ini terbukti selama tahun 2021, Satreskrim Polres Tarakan menerima 10 laporan aduan masyarakat yang di rugikan dengan Pinjol ilegal tersebut.

Kasat Reskrim IPTU Muhammad Aldi mengatakan, tawaran pinjol ini memang kian marak. Namun modus yang banyak di temui seperti pinjol mengiming-imingi pencairan cepat dan mudah, serta bunga yang kecil, tetapi saat di serahkan surat pernyataan itu semua tidak ada.

“Kemudian modus lainnya menawarkan pinjol tetapi sebenarnya hanya ingin mengakses kontak atau data pribadi di HP korbannya. Sampai tahun ini kami menerima 10 aduan kasus Pinjol tersebut,” katanya, belum lama ini

Aldi menjelaskan, dari 10 aduan itu ada yang tertipu saat pengurusan dan ada yang tertipu saat sudah meminjam namun bunganya melonjak naik.

“Saya tidak menyarankan masyarakat untuk melakukan pinjaman online, sebab pengawasan dan pengungkapannya sangat sulit. Jadi laporan aduan soal Pinjol ini kami selalu tindak lanjuti dengan meneruskan langsung ke tim siber Bareskrim Polri, untuk di cocokan apakah salah satu dari korban pinjol ilegal yang diungkap pihak Bareskrim,” demikian Aldi. (Mk99)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here