TARAKAN, mediakaltara.com – Mengantisipasi penimbunan masker, hand sanitizer (cairan pembersih tangan), sampai sembako, unit Satreskrim Polres Tarakan telah membentuk tim pengawas.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Iptu Muhammad Aldi mengaku, tim ini terbentuk berdasarkan instruksi langsung Bareskrim Mabes Polri, guna mencegah keresahan masyarakat dengan adanya warga di Indonesia terinveksi virus Corona.

“Tim yang dibentuk nantinya bertugas mengecek stok masker dan bahan pokok makanan di Tarakan, yang di jual belikan dan tidak sesuai dengan standar,” akunya.

Aldi mengungkapkan, beberapa daerah sudah berhasil dilakukan pengungkapan, seperti pabrik pembuatan masker yang tidak mengantongi izin, serta adanya masker beredar secara ilegal di masyarakat.”Tim kita sudah mulai jalan, laporan harian aktif dilakukan. Ini akan terus berlanjut sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ungkapnya.

Aldi membenarkan adanya penjualan harga masker dengan harga tinggi. Alasan pemilik apotek, kenaikan harga masker dikarenakan adanya kenaikan harga dari distributor.

“Tapi hal ini masih kita dalami lebih lanjut. Kami juga memang mendapati ada kekosongan stok penjualan masker di beberapa apotek yang ada di Tarakan. Soal kepanikan masyarakat belum didapati aktivitas yang terlalu signifikan. Kami berharap hal seperti itu tidak akan terjadi di Tarakan. Karena dari pemerintah pusat sampai daerah, sudah melakukan pengawasan dan pencegahan dini terhadap masuknya virus corona,” pungkasnya.

Aldi memastikan, untuk pelaku penimbunan masker maupun bahan pokok makanan akan ditindak tegas jika kedapatan, dan bisa dikenakan pasal berlapis apabila ditemukan.

“Pelaku bisa dikenakan pasal Undang-Undang kesehatan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen,” demikian Aldi. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here