TARAKAN, mediakaltara.com – Seksi Intel Sat Brimob Polda Kaltara mengamankan delapan orang memiliki 50 kubik kayu yang tidak dilengkapi dokumen di Sungai Perikanan, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat, Rabu (16/6), sekitar pukul 05.00 Wita.

Kasi Intel Sat Brimob Polda Kaltara Ipda Moedji menuturkan, terungkapnya kayu ilegal ini setelah menerima informasi dari masyarakat, sehingga pihaknya menindaknlanjuti dengan melakukan penyelidikan tempat bongkar muat kayu ilegal di daerah Perikanan, Jalan Jembatan Bongkok, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat.

“Hasilnya kita melihat dua perahu bermuatan kayu mendayung masuk sungai. Saat bersandar kami langsung melakukan pemeriksaan terhadap muatan kapal itu,” ujarnya.

Praktik illegal logging ini kata Muji, didatangkan dari Sekatak Buji, Kabupaten Bulungan. Adapun jenis kayu tersebut yakni bengkirai, meranti dan kruing.

“Jika di rupiahkan harganya bisa mencapai ratusan juta. Selain mengamankan delapan orang, kami juga menyita kayu, kapal dan semua orang yang ada di atas kapal. Dua kapal tersebut di nahkodai oleh HE dan YA.

Dari hasil intorgasi, diduga kayu ilegal ink sudah dipesan seorang pengepul di Tarakan, berinisial TA. Ia membenarkan, selama ini kerap mendatangkan kayu dari luar Tarakan. Rencananya kayu tersebut dijual kembali untuk kegiatan pembangunan rumah.

“Sebenarnya beberapa kali dapat laporan. Bahkan dari aparat sudah sering mengamankan. Tapi selalu gagal. Diduga kuat TA itu ada backing-an orang-orang pemangku kepentingan,” terang Kasi Intel Brimob.

Ia menegaskan, proses hukum kayu ilegal ini  dilimpahkan ke Polres Tarakan guna penyidikan lebih lanjut.”Kami akan kembangkan lebih lanjut dari pengungkapan ini,” demikian Muji. (mk99)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here