Raih Pegawai Teladan Kesehatan Terbaik III Nasional

Nunukan – Satu lagi prestasi ditorehkan oleh Tenaga Kesehatan dari Kabupaten Nunukan. Tenaga Kesehatan Teladan yang berprestasi kali ini adalah Muhammad Akbar,S.Farm,Apt dari Puskesmas Long Bawan, Kecamatan Krayan yang menerima Penghargaan sebagai juara 3 Nasional dalam penilaian Tenaga Kesehatan Teladan Tahun 2019 yang digelar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Muhammad Akbar sendiri adalah PNS Kabupaten Nunukan yang bertugas sebagai Apoteker di Puskesmas Long Bawan. Sejak menerima SK CPNS Pada tahun 2015 ( Formasi CPNS Tahun 2014) Muhammad Akbar begitu bersemangat menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati.

Long Bawan yang berada jauh di perbatasan dengan akses yang cukup sulit menuju ke kota Nunukan karena hanya bisa dijangkau dengan pesawat udara perintis ini tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkarya. Bagi anak muda kelahiran 13 Juli 1989 mengabdi di perbatasan itu bukan halangan baginya untuk berprestasi.

Bisa dibayangkan, Muhammad Akbar diseleksi bersama dengan dari 140 peserta tenaga kesehatan se Indonesia, dan dia terpilih dalam 30 peserta yang lolos pada tahap seleksi selanjutnya. Tidak sampai disini saja, bersama dengan 30 orang peserta tersebut Akbar masih diseleksi lebih lanjut, dan syukur Alhamdulillah nama Akbar terpilih menjadi 12 peserta terbaik.

Untuk menentukan yang terbaik dari 12 peserta terbaik ini, Kemenkes kemudian meminta ke 12 peserta ini melakukan inovasi yang kemudian dituangkan dalam bentuk makalah.

Menjawab tantangan ini, suami dari Rahma Tri Yuniastuti ini melakukan inovasi dan menuangkannya dalam makalah berjudul “Pertolongan Pertama Pada Keluarga (P3K) dengan Asuhan Mandiri Taman Obat Keluarga (Asman Toga) Plus Akupresure dan PITON (Profil Tumbuhan Obat Krayan) Menuju Masyarakat Perbatasan Produktif”.

Menurut Akbar, tujuan dari Inovasi ini adalah agar masyarakat mampu memelihara kesehatan secara mandiri sehingga masyarakat bisa produktif dari aspek sosial, ekonomi, budaya, lingkungan dan Kesehatan.

“Dan selain itu Buku PITON dibuat untuk melestarikan pengetahuan lokal masyarakat Etnis Dayak Lundayeh yg ada di kec. Krayan Kab.Nunukan prov.kalimantan Utara yg pilot project Desa TOGAnya adalah Desa Buduk Tumu”, tutur Akbar.

Menurut Akbar, Penyehat Tradisional (HATTRA) di Krayan saat ini yg terdata baru 5 orang, dan masih banyak di desa lain yg aktif dalam pengobatan tradisional.

Penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan (Nakesteladan) 2019 ini diberikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Bapak Terawan Agus Putranto di Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Selasa (12/11/2019). (Red/Humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here