TARAKAN, Mediakaltara.com – Belum mendapat titik terang dari kejadian penikaman brutal di Kapal KM Safina 2 melukai 5 orang penumpang beberapa waktu lalu. Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tarakan menghelar reka adegan kejadian di dermaga pelabuhan Malundung, Kamis (30/9/2021) pagi.

Dari reka adegan ini, penyidik menemukan fakta-fakta baru dari kejadian penikaman tersebut. Selain itu pernyataan tersangka TH (39) terkait motif penikaman juga diketahui tidak benar.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Kota Tarakan, Ipda Alfian menuturkan, tersangka TH memerakan 18 adegan dari awal hingga akhir kejadian.

“Melalui reka adegan tadi kami mendapat fakta baru. Jadi tindak pidana itu bukan dipicu penolakan tersangka di ajak minum Minuman keras (Miras). Karena selama rekonstruksi ditambah keterangan para saksi, tidak ada penumpang yang minum atau membawa miras,” terang dia.

Fakta baru lainya kata Alfian seorang korban yang melompat ke laut dan meninggal dunia bernama Hamzah adalah korban penikaman tersangka sebelumnya.”Ternyata juga korban penikaman, karena pada tubuh jenazah ditemukan luka bekas tikaman,” katanya.

Alfian menyebutkan, motif sebenarnya pelaku menikam karena merasa di ancam akan dilempar ke laut oleh penumpang di sekelilingnya. Dia berprasangka orang-orang di bagian buritan kapal akan melemparnya ke laut.”Merasa khawatir itu maka dia mendahului dengan menikam orang-orang yang ada di buritan kapal. Tapi orang yang dia incar pertama penumpang yang rambutnya gondrong,” sebut Alfian.

Alfian mengungkapkan, dari keterangan para korban tidak ada satu pun penumpang yang menawarkan Miras ke tersangka TH. Selain itu tidak di temukan botol Miras di atas kapal.

“Para korban dengan pelaku tidak saling kenal. Tersangka melakukan penikaman secara brutal ini secara sadar. Tapi atas permintaan jaksa, kami nantinya akan memeriksakan kejiwaan pelaku TH. Saat ini kita belum tau apakah TH mengalami gangguan sikologis atau tidak,” ungkapnya.

Ditegaskan Alfian, awalnya tersangka dijerat pasal 351 ayat 2 KUHP. Namun setelah ditemukan penumpang yang meloncat itu salah satu korban penikaman pasalnya di tambah 338 Subsidair 351 ayat 3, lebih subsidair 351 ayat 2 KUHP.

“Barang bukti yang kita amankan yaitu baju tersangka, karena dia sempat mengganti setelah menikam. Kapal juga kita sita sementara, sedangkan badik yang digunakan hilang, karena di buang ke laut,” demikian Kapolsek Kawasan Pelabuhan. (Mk80)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here