TARAKAN, mediakaltara.com – Penyelidikan kasus pencurian uang tunai Rp550 juta, di Jalan P. Diponegoro, Selasa (17/11/2020) lalu mulai mendapat titik terang, setelah mendapati alat yang digunakan pelaku saat memecahkan kaca mobil.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kanit Resum Iptu Arief Riyadi Safei mengungkapkan, bukti pengambilan dana di Bank Central Asia (BCA), juga menjadi salah satu barang bukti. Selain itu pemeriksaan  seputar saksi pelapor juga dilakukan, serta  mencari saksi lain, atau CCTV di lokasi kejadian.

“Setelah memeriksa korban, kita ketahui bahwa mobilnya parkir di seberang kantor bulog. Korban singgah sebentar ke warung bakso, karena lapar. Sebenanrya korban audah biasa mengambil uang dengan jumlah yang sama. Menurut keterangan korban juga, sempat mendengar suara seperti kaca pecah. Namun, saat ia keluar dari warung untuk melihat korban mendapati kaca mobilnya sudah pecah,” ungkapnya.

Arief membeberkan, di lokasi kejadian, pihaknya menemukan bubuk busi. Sehingga menduga pelakun ini pendatang dari luar daerah.” Bubuk busi ini digunakan pelaku untuk memecahkan kaca mobil korban. Setelah kaca retak, baru didorong masuk ke dalam. Jadi, pelaku dipastikan tidak menggunakan batu atau alat lainnya,” ujar dia.

Dari akat bukti yang diduga digunakan pelaku ini, Penyidik tengah mengembangkan informasi terkait modus pelaku. Karena teknik yang digunakan untuk melakukan pencurian ini, hanya ada di daerah jawa.

“Belum lama ini ada kasus serupa tapi korbannya tidak melaporkan, karena yang diambil dalam mobil itu uang receh. Guna menghalau pelaku, kita perketat pengamanan pintu keluar Tarakan. Sambil penyidik mencari informasi dari kelompok mana para pelaku ini. Sebab modus seperti itu, tidak ada pelaku di Tarakan yang residivis  seperti itu,” tuntas Arief. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here