TARAKAN, mediakaltara.com – Sejumlah alat Pemadam Kebakaran Kota (PMK) mini di tempatkan di sekitar pemukiman padat penduduk, dinilai Pemerintah kota Tarakan kurang berfungsi optimal saat kejadian kebakaran.

“Beberapa kali terjadi kebakaran di lokasi yang ada PMK mininya, masih sulit ditanggulangi. Seperti Kebakaran di Kelurahan Karang Anyar Pantai, PMK mini saat dioperasionalkan tidak nyala mesinnya, karena memang selama ini tidak ada perawatan,” beber Walikota Tarakan Khairul, belum lama ini.

Khairul mengatakan, seharusnya perawatan PMK mini tersebut intens dilakukan, minimal dalam sehari mesin dinyalakan 10 – 15 menit, guna memastikan alat tersebut dalam keadaan baik atau rusak.”Terkadang ada pipanya bocor, hampir semua tidak efektif. Jadi agar kedepannya lebih efektif, mungkin lebih baik ada alat pemadam ringan (Apar) disetiap rumah penduduk,” terangnya.

Disamping itu Lanjut Khairul, pihaknya akan mengupayakan pembentukan PMK sektor di setiap kelurahan, karena saat ini hanya di 4 kecamatan.

“Jadi rencananya di setiap kelurahan akan kita tempatkan mobil pemadam, ambulance, dan jenazah. Perlu diketahui juga, yang Selalu menjadi problem kita bukan soal kecepatan respon PMK, respon kita cukup cepat, tapi masalahnya tidak bisa mendekati titik api karena tidak ada jalan masuk. Jalan masuk juga menjadi persolan penanggulangan bencana kebakaran, maka penting perlu penataan kawasan, salah satunya akses jalan. Rencana usulan PMK sector Kelurahan ini akan kita ajukan ke pusat,” pungkansya. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here