TARAKAN, mediakaltara.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Malaysia mengedarkan surat peringatan adanya pergerakan kelompok kelompok Abu Sayyaf Masuk Perairan Malaysia, yang dimungkinkan bisa masuk hingga ke wilayah Perbatasan perairan Indonesia.

Diketahui isi dari surat tersebut yakni, tiga kelompok Abu Sayyaf dilaporkan melakukan pergerakan ke Perairan Malaysia pada Minggu (31/8/2019). Wilayah yang menjadi sasaran kelompok tersebut yakni di perairan Bakongan, Bahala, Sandakan, Mamiang, Tambisan dan Taganak.

Saat dikonfirmasi, Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan, Syaharuddin mengatakan, surat pemberitahuan sudah diterima Pihaknya. Pasca Edaran ini seluruh aktivitas pelayaran diminta mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

SURAT edaran KJRI di Malaysia

“kapal Tawindo dan Indomaya tujuan Malaysia kami sudah himbau agar berhati-hati. Jangan terlalu melebar mengambil garis haluan ke timur. Kita khawatirkan ada potensi keberadaan kelompok Abu Sayyaf melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan keselamatan (WNI),” terangnya. Senin (2/9/2019)

Lanjut Syaharuddin, mencegah WNI menjadi korban, pihaknya mengawasi keberangkatan kapal dengan tujuan Filipina, dan Malaysia. Sementara pelayaran tujuan Tarakan Filipina, tidak diizinkan hingga waktu yang belum ditentukan.

“Pelayaran tujuan Tarakan-Filipina hanya satu kapal berbendera Filipina dengan muatan rokok. Meski nakhoda serta anak buah kapal merupakan warga Negara Filipina, Kami tetap mengimbau selalu berhati-hati,” tutupnya. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here