TARAKAN, Mediakaltara.com Melihat kesempatan saat orang sulit mengurus persyaratan keberangkatan keluar daerah. Moment ini dimanfaatkan seorang berinisial DS untuk menipu dengan modus bisnis percaloan sertifikat vaksin, tiket keberangkatan dan Swab antigen di pelabuhan Malundung Tarakan.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan, Ipda Alfian Yusuf mengatakan, terungkapnya kasus penipuan ini berawal saat korban bersama keluarganya berencana berangkat ke Baubau, Sulawesi Tenggara. Lantaran minim pengetahuan tentang antigen dan vaksin, korban pun meminta kepada pelaku untuk mengurus itu semua dengan menjanjikan sejumlah uang.

“Pelaku meminta uang sejumlah Rp3,5 juta dan korban menyanggupi. Korban dan pelaku akhirnya bertemu pada 27 Agustus lalu, untuk membahas rencana keberangkatan,” ungkapnya.

Alfian mengungkapkan, korban dijanjikan pelaku akan diberangkatkan ke Baubau dengan menggunakan kapal Bukit Sigungtang yang datang pada tanggal 3 September. Sehari sebelum berangkat, pelaku menyuruh korban untuk melakukan swab antigen di salah satu praktek dokter.

“Korban mengikuti arahan pelaku. Saat swab itu korban tetap membayar. Padahal sebelumnya korban sudah memberi uang kepada pelaku. Kemudian di hari keberangkatan, korban sempat menghubungi pelaku dan mengatakan semuanya sudah aman, tinggal berangkat,” urai Alfian.

Pada saat tiba di pelabuhan, lanjut Alfian, korban tidak melihat kehadiran pelaku di pelabuhan, sampai kapal berangkat, pelaku tidak datang dan memberikan tiket kepada korban.

“Korban yang merasa sudah tertipu ini,  langsung melaporkan DS ke kepolisian.
DS diamankan 3 September lalu, setelah Polsek Kawasan Pelabuhan menerima laporan dari korbannya berinisial WH. Pelaku DS diamankan bersama barang bukti uang sebesar Rp3,3 juta,” terang Kapolsek.

Alfian menuturkan, uang hasilnya menipu korban sudah dipergunakan pelaku untuk keperluan sehari-hari. Atas perbuatannya ini, DS diproses pidana untuk kasus penipuan sertifikat vaksin, Swab Antigen dan tiket kenerangkatan.

“Sebenarnya DS merupakan buruh harian lepas di Pelabuhan Malundung. Tapi, hasil penyelidikan kami, memang sering menjadi calo penumpang yang akan berangkat. Bertemunya juga di kantor Pelni. Jadi korban menanyakan dokumen keberangkatan saat itu. Karena belum divaksin, pelaku pun mendatangi korban dan menawarkan bahwa ia mengurusi vaksin dan swab antigen,” pungkasnya.

Dari pengakuan DS sudah beberapa kali melakukan modus serupa, namun korbannya tidak melaporkan kepada polisi.
“Sebelumnya DS pernah terjerat pidana kasus narkotika. Dari perbuatannya DS kami sangkaan dengan pasal 378 dan pasal 370 KHUP, yang ancamannya 5 tahun penjara,” Demikian Alfian. (Mk99)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here