TARAKAN, mediakaltara.com – Pencarian Salam Candra, yang hilang kontak pada Sabtu pagi (1/5) memasuki hari kedua, Minggu (2/5). Tim rescue Kantor SAR Tarakan sejak pukul 05.50 Wita melaksanakan briefing dan bertolak menuju lokasi kejadian perkara (LKP). Dimana diketahui korban yang mengemudikan speedboat bermesin 40 PK hilang kontak di daerah Pulau Sulayu, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kaltara.

Di hari kedua ini, tim SAR gabungan yang terdiri dari 5 personel Basarnas Tarakan, Polair Res Tarakan, Polairud Polda Kaltara dan masyarakat akan melanjutkan pencarian pada 4 area atau titik lokasi. Yakni pada koordinat 03°09’45.30″N-117°42’18.35″E kemudian 03°08’51.71″N-117°42’18.90″E, 03°08’51.58″N-117°43’11.78″E dan 03°09’44.69″N-117°43’12.58″E.

Seperti dijelaskan Kepala Kantor SAR Tarakan Amiruddin A.S, S.Sos sebelumnya, tim SAR gabungan mengalami kendala yakni kesulitan menemukan titik koordinat pasti speedboat yang digunakan korban. Sebab, speedboat tersebut tidak dilengkapi dengan alat navigasi.

Kronologis kejadian menurut laporan keluarga korban, warga Jembatan Besi Kota Tarakan ini setelah memanen ikan di tambaknya, kemudian melakukan perjalanan menuju Tarakan. Namun dalam perjalanan selepas di perairan Pulau Selayu, terjadi badai di laut sehingga jarak pandang (visibility) terganggu. “Visibility korban tidak bisa melihat Pulau Tarakan. Sedangkan speedboat yang digunakan ini juga tidak dilengkapi dengan peralatan navigasi. Hanya mengandalkan visual saja. Setelah terjadi hujan, korban mengaku pada keluarganya kalau kebingungan dan hilang arah,” ungkap Kakansar.

“Sampai malam hari ini, kami masih melakukan pencarian meski dalam kegelapan. Karena masih bisa kita berkomunikasi. Tapi karena kesulitan penentuan titik koordinat, kami masih berusaha mencari koordinat pastinya speedboat berada,” tuntasnya. (bba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here