TARAKAN, mediakaltara.com – Menindak lanjuti Laporan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan, terkait maraknya perjudian. Pemerintah kota Tarakan langsung menggelar Rapat koordinasi (Rakor) dengan mengumpulkan beberapa perangkat daerah terkait, Senin (21/10/2019).

Dari hasil rapat itu disepakati nantinya Aparat penegak hukum turun melakukan pendataan dan himbauan di sejumlah tempat disinyalir sebagai arena perjudian, disamping itu akan di bentuk tim terpadu.

Usai Rakor, Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Pemkot Tarakan, Hendra Arfandi mengaku, memang merencanakan membentuk tim terpadu untuk memberantas perjudian di Tarakan. Namun susunan di dalam tim tersebut nantinya dibuat lebih efektif dan tidak banyak melibatkan instansi.

“Memang Dalam memberantas tidak bisa parsial, dan yang harus bergerak cepat itu, penegak hukum. Kalau sifatnya tim terpadu hanya memetakan tempat-tempat yang sering dijadikan perjudian. Dari fungsi pemerintah kita hanya mengeluarkan himbauan, dan melakukan penertiban melalui Satpol PP. Kemudian kita juga akan mengecek tempat (perjudian) yang sudah dibekingi,” ujarnya, kepada mediakaltara.com.

Disisi lain, Ketua MUI Kota Tarakan, Muhammad Anas mengatakan, seringkali mendapat laporan serta keluhan dari masyarakat atas adanya tempat perjudian tersebut. sehingga langsung menyampaikannya kepada Pemkot Tarakan melalui rapat koordinasi.

“Kami ini jadi tempat rujukan masyarakat yang menemukan hal-hal yang meresahkan. Makanya sudah kami sampaikan juga oleh aparat hukum. Laporan yang kami terima itu, Selain judi togel, permainan ketangkasan, atau dingdong yang lagi marak di Tarakan juga kami dibahas. Kita berharapnya pemerintah bersama aparat hukum bisa mengambil langkah cepat untuk menindak terhadap judi togel, yang sudah dianggap meresahkan. Kita bukan menghukum, Karena itu haram bagi kita,” ujarnya. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here