Jakarta: Selama dua tahun, Mozilla secara rajin mengembangkan Project Things, implementasi terbuka dari standar World Wide Web Consortium (W3C) Web of Things, untuk memonitor dan mengendalikan perangkat Internet of Things.

Kini, proyek itu telah melalui fase eksperimental dan mengusung nama baru, yaitu Mozilla WebThings. Proyek ini memperoleh sejumlah fitur terkait alarm, logging dan networking, seperti yang dilaporkan VentureBeat.

Teknisi software Mozilla Ben Francis mengaku misi tim IoT adalah untuk menciptakan implementasi Web of Things yang mencakup nilai pada fitur tersebut dan membantu mendorong standar IoT untuk keamanan, privasi dan interoperabilitas.

Mozilla WebThings terdiri dari dua komponen, yaitu WebThings Gateway, distribusi software terfokus ke keamanan dan privasi untuk gateway rumah cerdas, dan WebThings Framework, perpustakaan komponen sioftware yang dapat digunakan kembali.

Versi terbaru dari WebThings Gateway, versi 0.8, memungkinkan pengguna untuk secara pribadi mencatat data, seperti suhu, dari perangkat rumah pintar mereka, dan untuk memvisualisasikan info tersebut dengan grafik interaktif.

Fungsi pencatatan ini dapat diaktifkan melalui menu Settings, dari layar Experiments, dan pencatatan dapat disimpan selama berjam-jam, berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Namun Mozilla menyebut fitur ini masih eksperimental, meski melihat catatan ini diklaim akan membantu memahami data yang dihimpun dari perangkat cerdas.

Selain itu, Francis juga menyebut bahwa fitur ini juga membantu pengguna mengetahui banyak data yang dapat dibagikan dengan pihak rekan lain via layanan pihak ketiga.

WebThings Gateway 0.8 juga memperkenalkan kemampuan alarm baru untuk perangkat seperti asap, karbon monoksida, dan detektor gerakan.Secara khusus, fitur ini memungkinkan pengguna untuk memeriksa alarm dalam kondisi aktif, dan mengonfirmasi peraturan untuk memperingatkan mereka jika salah satu alarm tersebut terpicu saat pengguna tengah dalam perjalanan.

Sementara itu, Mozilla mengungkap bahwa perusahaannya tengah mengembangkan distribusi WebThings Gateway berbasis OpenWrt, sistem operasi Linux menargetkan perangkat tertanam. Distribusi ini menargetkan router konsumen dan dapat bertindak sebagai akses point Wi-Fi.

Hal ini merupakan peningkatan dari versi WebThings Gateway sebelumnya yang hanya dapat terhubung ke jaringan nirkabel yang tersedia sebagai klien. Sebagai informasi, Mozilla mengumumkan Project Things pada bulan Februari 2018 lalu.

Sumber: Medcom.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here