TARAKAN, mediakaltara.com – Menyebarkan ujaran kebencian mengandung unsur sara dan mengarah memprovokasi, seorang pemilik akun facebook berinisial JS terpaksa berurusan dengan unit Tipidter Satreskrim Polres Tarakan.

Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi, melalui Kanit Tipidter Ipda Dien Fahrur Romadhoni mengungkapkan, postingan JS di medsos itu isinya mengarah pada ujaran kebencian terhadap kelompok tertentu.

“Kami temukan postingan JS ini saat melakukan patroli siber. Kemudian kami langsung bawa yang bersangkutan untuk diminta klarifikasi. JS diamankan di rumahnya yang berada di Mamburungan,” ungkapnya.

Dien mengatakan, saat di periksa JS mengaku hanya iseng dan merasa jengkel, sehingga ia pun membuat status tersebut.

“JS sempat menghapus postingan itu. Atas dasar kesadaran dia sendiri dan kita dari kepolisian tidak mengkedepankan represif dan lebih mengutamakan preentif. Jadi kita buat klarifikasi dari pelaku,” terangnya.

Dijelaskan Dien, atas kesadarannya juga, JS langsung membuat klarifikasi dan permintaan maaf atas postingannya itu. Yang bersangkutan pun langsung menyampaikan permintaan maafnya itu kepada masyarakat, dengan video yang diambil.

“Selain menyesal dan meminta maaf, JS juga menegaskan kalau dia tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Kita berharap Tarakan ini tidak ada provokasi dan ujaran kebencian lagi,” imbuhnya.

Dien membeberkan, Selama dua pekan ini, dari patroli siber yang dilakukan, sudah dua akun yang didapati memposting ujaran kebencian dan isu sara.”Untuk itu, kami minta agar masyarakat Kota Tarakan tidak menyebarkan ujaran kebencian, hoaks, isu sara dan provokati di medsos. Masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan medsos. Terutama dalam mengunggah status yang bisa dilihat banyak pengguna medsos. Kalau didapati ada mengulangi lagi maka akan kita tindak tegas, karena ini berkaitan dengan UU ITE,” tuntasnya. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here