Solo:Pengembangan panel surya masih membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir berharap seluruh perkantoran di Indonesia dapat menggunakan listrik yang dihasilkan dari panel surya.

Menristekdikti, Mohamad Nasir (kanan) dan Rektor UNS, Jamal Wiwoho (kiri) di UNS

Nasir mengatakan, seluruh kementerian dan lembagaharus ikut berkolaborasi mendukung pengembangan energi baru terbarukan.

“Mestinya kalau kita mendorong renewable energy, satu catatannya, harus kolaborasi,” kata Nasir di Solo, Jumat, 31 Mei 2019.

Namun menurutnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih belum bisa menerima adanya kebutuhan panel surya. Dia menyebut PLN takut rugi jika ikut mendukung pengembangan panel surya.

“Apa yang terjadi di PLN? Sampai sekarang belum menerima. Mereka takut rugi,” ujar dia.

Nasir mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri BUMN Rini Soemarno agar PLN ikut bekerja sama. “Saya sudah minta Menteri BUMN, untuk bisa berkolaborasi, supaya mengurangi emisi,” kata Nasir.

Dia juga mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan terkait hal yang sama.

“Harapan saya seluruh perkantoran itu pakai solar cell,” katanya.

Nasir mengatakan saat ini 77 persen penggunaan energi di Indonesia masih menggunakan energi fosil. Hanya 23 persen yang menggunakan energi baru terbarukan.

“Pada tahun 2017, kita menggunakan energi fosil mencapai 400.000 barel/hari. Biayanya mencapai USD17,6 miliar/tahun. Ini makin lama akan makin terbatas,” pungkasnya. (Red/MK/Medcom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here