JAKARTA, mediakaltara.com – Covid-19 (new coronavirus) telah membuat banyak orang stres tentang kebersihan diri dan pakaian. Terutama, bagi mereka yang tinggal di kota dan masyarakat diimbau untuk berada di rumah atau tidak bepergian.

Bahkan, jutaan orang Amerika diimbau untuk tinggal di rumah sebanyak mungkin untuk membantu membatasi penyebaran virus corona baru itu. Orang-orang mengevaluasi kembali bagaimana mengelola tugas-tugas sehari-hari, sambil tetap berpegang pada langkah-langkah jarak sosial.

Dilansir dari New York Times, membersihkan pakaian dengan tepat dapat mengurangi risiko pajanan atau penyebaran virus. Sebab, tubuh bisa terinfeksi virus yang menempel pada pakaian.

Dalam banyak kasus, pakaian seharusnya tidak menjadi masalah kesehatan terbesar Anda. Di atas segalanya, para ahli menekankan pentingnya sering mencuci tangan dengan sabun dan air, sebagai tindakan pencegahan terbaik.

Virus corona baru berjalan melalui tetesan pernapasan. Itulah sebabnya, meminimalkan paparan Anda kepada orang lain melalui jarak sosial adalah cara terbaik untuk melindungi diri sendiri.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa walaupun virus ini dapat hidup hingga tiga hari di permukaan seperti plastik dan baja (kancing baju atau resleting), risiko infeksi karena menyentuh bahan-bahan ini relatif rendah. Penularan terjadi jauh lebih umum melalui tetesan daripada melalui benda dan bahan lain.

“Sebagai praktik higienis biasa, mengganti pakaian yang Anda kenakan di luar dan melepas sepatu saat memasuki rumah adalah ide yang baik,” ujat Dr. Angelique Corthals selaku peneliti biomedis dan profesor patologi di John Jay College.

Terutama jika Anda telah menggunakan transportasi umum atau bekerja di luar. Jika seseorang
bersin atau batuk dekat Anda, Anda juga harus mengganti pakaian.

Selain itu, jika Anda berinteraksi dengan banyak orang di pekerjaan Anda, Anda harus segera berganti pakaian bersih dan mencuci tangan segera setelah Anda tiba di rumah. Namun, apabila Anda lebih lama tinggal di rumah, tidak perlu terlalu memikirkan pakaian dan kontaminasi virus.

“Tidak ada banyak informasi tentang berapa lama covid-19 bertahan pada tekstil, tetapi banyak tempat pada tekstil Anda dapat mengandung logam atau plastik,” tutur Dr. Corthals.

“Jika Anda menyentuh permukaan yang terkontaminasi dengan pakaian Anda, duduk di kereta bawah tanah, bersandar pada tiang, ada kemungkinan Anda bisa membawanya kembali ke rumah,” tambahnya. (Medcom.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here