TARAKAN, mediakaltara.com – Ikut terdampak pandemi Covid-19, Mahasiswa di Tarakan meminta adanya keringanan pihak kampus terkait pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Berikut tanggapan sejumlah Mahasiswa.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan, Muh. Nur Arisan.

“Pada Pasal 5 Permenristekdikti 39/2017, dinyatakan bahwa pemimpin PTN melalui keputusan, yang dikeluarkannya dapat memberikan keringanan UKT dan/atau melakukan penetapan ulang pemberlakuan UKT terhadap mahasiswa apabila terdapat, ketidaksesuaian kemampuan ekonomi mahasiswa yang diajukan oleh mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya, dan/atau perubahan data kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya. Tentu selama pandemi ini perekonomian orang tua kami juga berpengaruh. Sehingga kami meminta keringanan dengan menghapus UKT atau minimal pembayaran UKT hanya 50 persen saja,” harap  Muh. Nur Arisan, sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan.

Ketua BEM FKIP Universitas Borneo Tarakan, Abdil Multazam Amar.

“Kalau dari aku dengan melihat keadaan ekonomi seperti sekarang, ya maunya di ringankan. Tidak semua mahasiswa orang tuanya selalu dapat gaji tetap. Disamping itu perkuliahan juga tidak begitu membutuhkan sarana/prasarana kampus sepenuhnya, toh sekarang semua sistem di online-kan,” terang Ketua BEM FKIP Universitas Borneo Tarakan, Abdil Multazam Amar.

 

 

Charolina Julia Arum Gustha, salah satu Mahasiswa HIMABK FKIP, Universitas Borneo Tarakan.

“Menurut aku sih, semua butuh keringanan pembayaran. Perkuliahan memang masih berlangsung, cuman caranya aja yang beda. Tetapi tidak berjalan efektif dikarnakan online. Kebanyakan dosen hanya memberikan tugas saja,  apa lagi untuk mahasiswa akhir, butuh tatap muka seharusnya untuk bimbingan dan penelitian. Lalu pemborosan kuota, meskipun sekarang kampus memberikan itu kepada mahasiswanya, apa lagi untuk mahasiswa yg ada didaerah pelosok dengan jaringan tidak terlalu memadahi. Disisi lain juga pemasukan (materi berupa uang) untuk pembayaran UKT ini yang sedikit terganggu karena pandemic. Contohnya banyak pekerja yang diPHK, dan kebanyakan mahasiswa juga pasti ada yg membayar UKT dari hasil kerjanya sendiri,” jelas Charolina Julia Arum Gustha, salah satu Mahasiswa HIMABK FKIP, Universitas Borneo Tarakan.

Wakil Ketua BEM STMIK PPKIA, Bagus Setyana Muslim Putranto.

“Selama adanya wabah corona ini kan, perkuliahan tatap muka seperti biasa di ganti kan dengan perkuliahan secara online (dalam jaringan). Dalam artian kami selama kuliah tidak menggunakan beberapa fasilitas kampus melainkan hanya menggunakan HP atau Laptop pribadi. Kemudian ini saya rasa berdampak pada UKT. Seharusnya ada potongan yang diberikan oleh pihak kampus, dan saya yakin teman teman mahasiswa banyak yang menginginkan hal tersebut,” tutur Wakil Ketua BEM STMIK PPKIA, Bagus Setyana Muslim Putranto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here