TARAKAN, mediakaltara.com – Bukannya mematuhi program Menteri Hukum dan HAM RI tentang pemberian asimilasi hak integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Empat orang Warga binaan yang bebas bersama 178 warga binaan lainnya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan kembali masuk jeruji besi, lantaran melakukan tindak pidana.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan Lapas Kelas IIA Tarakan, Baliono menerangkan, empat orang itu saat ini masih dalam tahap pemeriksaan di Polres Tarakan.”Selesai menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke empatnya akan dikembalikan ke Lapas untuk menjalani pidananya,”ujarnya, Kamis (7/5/2020).

Baliono menegaskan, selain menjalani kembali sisa pidana sebelumnya, Surat Keputusan (SK) Asimilasi ke empat orang tersebut dicabut. Sementara empat orang itu masih dititipkan di rutan Polres Tarakan.

“Jadi Setelah bebas tindak pidana pertama dijalani, mereka akan melanjutkan kurungan pidana yang dilanggarnya lagi. Kita juga harus berhati-hati dengan memastikan Napi ini harus memiliki surat keterangan kesehatan. Jangan sampai nanti dari luar menulari yang didalam,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Napi asimilasi yag masuk ke dalam Lapas, usai g kembali surat keterangan sehat, masih harus di isolasi dulu di ruangan tersendiri, sebelum dimasukkan ke dalam strap sel. “Mereka akan dihukum dalam strap sel (sel sunyi), selama mereka menjalani sisa hukumannya yang ditangguhkan karena asimilasi,” tuntasnya. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here