TARAKAN, mediakaltara.com – Seorang pengedar yang sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial KO (21), akhirnya berhasil tertangkap di timbunan beringin, Kelurahan Selumit Pantai. Dengan barang bukti 17 bungkus sabu yang ditemukan dalam dompet kecil tersembunyi dalam tas plastik yang dibawanya.

Kasat Reskrim AKP Muhammad Musni mengungkapkan, KO tertangkap saat sedang melayat di rumah tetangganya yang meninggal sekitar jam 9 malam. Kemudian na’asnya KO menawarkan sabu kepada anggota Reskoba, sehingga KO langsung diamankan.

“Pelaku ini sudah cukup lama masuk DPO. Tapi selalu berhasil melarikan diri serta pernah tidak ditemukan barang bukti saat dilakukan penggeledahan badan. Tapi kali ini setelah mendapatkan informasi KO sedang melakukan transaksi di daerah timbunan, tim opsnal langsung bergerak melakukan penyelidikan,” ungkap Kasat Resnarkoba.

Dijelaskan Musni, KO yang saat itu sedang melayat, melihat tim opsnal melintas dan berhenti di depan rumah duka. Lalu dengan cepat KO menawarkan sabu.”Pelaku mengira anggota kami ini mau beli sabu. Dia pun kaget, setelah salah satu anggota tim opsnal membuka helm. Ketika mau diamankan KO sempat berusaha melarikan diri dengan masuk ke dalam rumah duka. Beruntung, para pelayat ikut membantu mengamankannya. Sehingga KO tidak dapat berkutik,” terangnya.

Ia mengatakan, saat dilakukan penggeledahan badan, tim opsnal di saksikan juga oleh ketua RT, berhasil menemukan 17 bungkus sabu dengan berat bruto 5,7 gram, dalam dompet kecil.

“Kami juga amankan barang bukti lain berupa satu unit HP, sebuah dompet, dan uang tunai Rp 470 ribu. Sebenarnya KO ini warga Jalan Ikhlas RT. 11 Kel. Karang Harapan, Tarakan Barat. KO baru kali ini berhasil tertangkap setelah lama menjadi DPO. Modus menjualnya langsung menawarkan siapa saja yang melintas di daerah timbunan,” beber Musni.

Musni mengakui, sedang mencari pelaku lain yang disebut KO sebagai bandar sabunya. Pihaknya sempat melakukan pengembangan, namun orang tersebut sudah tidak ada dan diduga melarikan diri.

“Pelaku KO saat ini mendekam di rutan Polres Tarakan. Atas perbuatannya dia kita sangkakan pasal 114 ayat 2 junto pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Narkotika nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here