TARAKAN, mediakaltara.com – Penyebab kematian Nozen mengapung di sungai Pamusian RT 12, berhasil diketahui Satreskrim Polres Tarakan.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Guntar Arif Setiyoko melalui, Kanit Resum Ipda Dien Fahrur Romadhoni mengungkapkan, Saat visum ada luka memar di bagian kepala. Dari kesimpulan dokter, luka yang di alami korban satu rangkaian atau bisa jadi di sebabkan karena kecelakaan dan sebagainya.

“Setelah itu kami melakulan pengembangan untuk mengetahui bagaimana korban bisa meninggal dunia. Karena korban di temukan di sungai jadi kita melakukan penyisiran di sungai tersebut. Saat di sisir dari titik di temukan mayat ke arah SDN Utama 2, pertama kami menemukan pecahan kap motor yang ciri-cirinya sama persis dengan sepeda motor korban. Penyisiran selanjutnya di temukan lagi HP milik korban, lalu tepat di bawah jembatan dekat kantor dinas sosial kami menemukan sepeda motor milik korban. Sampai di sungai samping SD Utama 2, kami temukan lagi pecahan pembatas jembatan yang diduga tertabrak korban sebelum tercebur kedalam sungai,” beber Dien, Selasa (17/12/2019).

KENDARAAN milik korban di temukan di kolong Jembatan.

Dari bukti-bukti yang di temukan Dien menyimpulkan, Nozen meninggal karena kecelakaan lalulintas saat hujan deras dini hari sekitaran pukul 04.00 Wita. Diduga nozen mengendarai sepeda motornya dari arah stadion datu adil akan menuju perempatan lampu merah ladang.

“Penyisiran kita lakukan bersama anggota keluarga Nozen juga biar mereka bisa mengetahui penyebabnya. Jadi kami imbau agar masyarakat tidak beropini, dan memberikan informasi hoax terkait meninggalnya Nozen,” tuntasnya. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here