TARAKAN, mediakaltara.com – PDAM Tirta Alam Tarakan masih kesulitan memperoleh air baku untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Kondisi salah satu embung milik PDAM, yakni embung Kampung Satu saat ini sudah tidak dapat memasok air baku.

Rendahnya intensitas hujan di Tarakan beberapa waktu terakhir mengakibatkan debit air di beberapa embung kering. Karena itu PDAM mencari alternatif dengan memanfaatkan aliran anak sungai untuk diolah menjadi air baku.

“Kami berharap adanya hujan. Kemarin sempat hujan, tapi di wilayah barat dan timur masih sedikit. Namun kami masih produksi sekitar 95 sampai 100 liter per detik,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Alam Tarakan, Sudarto.

Krisis pasokan air dari embung berdampak pada penyusutan suplai air ke rumah pelanggan. “Terutama untuk rumah pelanggan yang berada di perbukitan,” imbuh Sudarto.

Produksi air di embung Binalatung mengalami penyusutan, dari semula 150 liter per detik, kini hanya 100 liter per detik. Sedangkan embung Kampung Bugis yang semula 120 liter per detik, menjadi 60 liter per detik.

PDAM juga tak menampik jika sebagian pasokan air yang sampai ke rumah pelanggan kondisinya keruh. Itu disebabkan oleh penggerusan kotoran di dalam pipa selama proses suplai air. Namun PDAM menjamin kualitas air yang sampai ke rumah pelanggan kondisinya baik dan aman. (m86/rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here