Komplotan Pencuri Bersama Penadah Dijebloskan Kedalam Penjara, Dua Pelaku Kena Timah Panas

TARAKAN, mediakaltara.com – Dua komplotan spesialis pencurian rumah kosong terpaksa dilumpuhkan unit Jatanras Satreskrim Polres Tarakan, saat mencoba melarikan diri.

Sebelumnya, Dua pelaku ini beserta satu orang penadah berinisial IS, diamankan personel Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Tarakan, 5 Maret lalu.

Saat dikonfirmasi, Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi mengatakan, RS diamankan di sekitar warnet yang ada di Kelurahan Selumit. RS diketahui melakukan pencurian di tiga tempat berbeda, yaitu di Jalan Aki Balak, Jalan Kesuma Bangsa, dan Jalan Slamet Riyadi, dibantu temannya berinisial SA.

“Sebelum melakukan aksinya, dua orang ini mengetok pintu rumah orang secara acak. kalau tidak ada orang yang merespon dari dalam rumah, mereka menyimpulkan rumah itu kosong,” ungkap Aldi.

Aldi menjelaskan, setelah mendapat target rumah, keduanya mencongkel pintu atau jendela, kemudian memgambil barang-barang berharga yang ada di dalam rumah.

“RS dan SA memang sering berkeliling untuk mengintai rumah warga, sekaligus memetakan rumah yang mana bisa disasar dan jam berapa rumah tersebut kosong. Dari tiga rumah yang sudah disatroni ini pelaku menngambil empat unit HP, satu unit Laptop, dan satu unit TV,” terangnya.

Saat dilakukan pengembangan, Aldi menyebutkan, ada barang bukti yang sudah dijual, yaitu 4 buah HP, TV dan Laptop ke seorang penadah berinisial IS.

“IS  juga sudah kita amankan beberapa hari setelahnya. Dari pengakuannya, tiga buah HP sudah dijual dan masih dalam proses pencarian. Sedangkan yang lain masih ada dan belum terjual,” sebutnya.

Aldi mengaku, RS dan SA sempat berusaha melarikan diri. Ketika tim opsnal membawa keduanya menunjukkan dimana menyimpan barang hasil curian dan dimana saja rumah korbannya.

“Pertama RS dan SA kooperatif, ternyata saat menunjukkan lokasi fiktif, keduanya malah hendak kabur dengan melompat dari motor. Akhirnya kita beri tindakan tegas dan terukur dengan menembak di bagian kaki. RS merupakan residivis pencurian tahun 2016, 2017 dan tahun 2018,” demikian Aldi. (mk86/rt20)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *