TARAKAN, mediakaltara.com – Menerima informasi adanya dugaan kelalaian dalam pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Komisi IV DPRD Kaltara berencana akan dengar pendapat atau hearing bersama pihak manajemen Rumah sakit.

Saat ditemui, Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan pihaknya beberapa kali menemukan persoalan pelayanan di RSUD Tarakan, seperti antrian panjang di bagian pengambilan nomor layanan poliklinik.

“Ada pasien yang antri mulai jam 3 pagi. Sementara ada pendaftaran online. Masa pasien mengantri ambil nomor dari subuh dan kembali lagi paginya saat pratek mulai buka. Termasuk jam kedatangan dokter yang tidak tepat waktu akan kami bahas juga,” tuturnya.

Ia berpendapat, seharusnya pengambilan nomor antrian pasien berobat tidak memakai dua jalur. Apabila secara online jangan ada lagi masyarakat mengambil manual di mesin nomor RSUD, yang akhirnya membuat antrian panjang.”Pendaftaran secara online bisa meminimalisir menumpuknya antrian dipoliklinik. Maka dari itu hal ini dilakukan atas upaya untuk meminimalisir keluhan antrian pasien poliklinik,” ucap Arief.

Selain itu, ungkap Arief, disamping persoalan pelayanan, pihaknya juga mempertanyakan soal penanganan pasien Covid-19 di RSUD Tarakan. Pasalnya pihaknya juga banyak mendapat keluhan soal itu.

“Kami belum mengetahui perbandingan pasien Covid-19 yang dirawat dengan jumlah perawat ada berapa. Karena kondisi pasien terkonfirmasi positif yang di isolasi dalam ruangan, sanga membutuhkan dukungan setiap saat,” pungkasnya. (mk88/rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here