TARAKAN, mediakaltara.com – Ekspor kepiting bertelur sesuai edaran Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, di perpanjang dari 15 April hingga 31 Juli mendatang. Surat edaran ini menanggapi pandemi Covid-19 guna mendukung kelancaran ekonomi dalam bidang perikanan.

Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi Balai Karantina ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Tarakan Muhammad Roy Pahlevi menuturkan, sebelumnya sesuai Peraturan Menteri (Permen) KP nomor 56 kepiting bertelur di ekspor pada bulan Desember hingga Februari. Namun dikarenakan Covid-19 ini pemerintah pusat memberikan kelonggaran.

“disebutkan dalam surat edaran, untuk ukuran dan berat disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam arti, pelaksanaan surat edaran ini tetap mengacu pada Permen KP Nomor 56 Tahun 2013,” ujarnya, Sabtu (18/4/2020).

Ia menjelaskan, selama pandemi Covid-19 ini berdampak terpuruknya perekonomian di Indonesia, sehingga pemerintah pusat mengambil inisiasi melalui surat edaran B205 ini agar perekonomian tetap jalan, terutama di bidang perikanan.

“Masih ada kendala dalam pelaksanaannya di lapangan. Seperti transportasi dari Tarakan tujuan Jakarta terbatas. Selain itu Tawau Malaysia yang merupakan penerima ekspor kepiting bertelur dari Tarakan masih melakukan lockdown, karena untuk ke Tawau menggunakan transportasi laut,” tandasnya.

Rute ekspor kepiting bertelur dari Kaltara, kata Roy, biasanya langsung ke Taiwan dan Singapura untuk produk beku. Kemudian, untuk ekspor in direct melalui Jakarta ke China dan Hongkong merupakan kepiting hidup.”operasional penerbangan di Bandara Juwata untuk flight hanya dua sampai tiga kali, jadi sangat mempengaruhi pengiriman. Bahkan, penerbangan yang bisa membawa produk kepiting ini hanya pagi dan siang hari saja. Jelas tidak maksimal untuk slot barang ke Jakarta. Kalau dari Balikpapan mungkin bisa, karena flightnya masih banyak,” ucapnya.

Ia memperkirakan, apabila di Tarakan telah bebas Covid-19, dimungkinkan Tawau akan membuka diri dari pengiriman hasil perikanan Kaltara. Ia pun menghimbau masyarakat bisa mengikuti arahan dari pemerintah agar bisa lebih cepat melewati pandemi Covid-19.

“Mungkin kalau ada penerbangan cargo dari Tarakan, bisa membantu realisasi surat edaran ini. Apalagi, China juga sudah membuka diri, dengan 206 komoditi yang bisa masuk kesana,” demikan Roy. (mk86/rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here