TARAKAN, mediakaltara.com – Jika dahulu pemuda di hadapkan tantangan melawan penjajah, zaman sekarang ini pemuda di hadapakan dengan tantangan berbeda, yakni menangkal diri agar tidak terjerumus dalam peredaran gelap, dan penyalahgunaan narkoba.

Dari data dihimpun Sumber Polres Tarakan, khusus kota Tarakan selama tahun 2018, pemuda yang terjerumus dalam peredaran, dan penyalahgunaan narkoba sebanyak 66 orang, sementara di tahun 2019 sebanyak 44 orang.

Ketua Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Tarakan, Ferdi Ariadi mengungkapkan, napak tilas pergerakan pemuda Indonesia, terjadi pada tahun 1908 dengan berdirinya pergerakan Boedi Oetomo. masuk era sekarang pemuda kembali dihadapkan problematika berbeda yakni menghadapi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika.

“Sederhananya, pemuda bisa terlibat kedalam zona berbahaya narkoba, karena faktor lingkungan, dan pergaulannya. mengantisipasi tantangan ini , pelajar dan mahasiswa harus disibukkan dengan kegiatan-kegiatan positif. Kalau kalangan Mahasiswa dapat aktif dalam organisasi kemahasiswaan, sementara pelajar dapat diarahkan aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler. Sementara Diluar dari zona pendidikan, pemuda juga dapat disibukkan dengan kegiatan sosial dilingkungan, seperti aktif dalam karang taruna kelurahan tempat tinggal, atau organisasi keagamaan di tempat ibadah mereka,” ungkap salah satu alumni kader Himpunan Mahasiswa (HMI) ini.

Menanggapi adanya pemuda di Tarakan telah divonis mati karenakan peredaran gelap Narkotika, kata pemuda hobby membaca ini, sebagai warga Tarakan sangat menyanyangkan hal tersebut, sebab secara harapan pemuda itu bisa menjadi penerus bangsa, serta di didik menjadi visioner dan kreatif.

“Kalau pengguna kan masih bisa diselamatkan melalui rehabilitasi, yang di fasilitasi badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP). Namun secara personal saya tidak pernah mendapat ajakan untuk masuk kedalam peredaran narkotika. karena saya juga di kelilingi orang-orang baik dan berpendidikan, lalu secara keilmuan juga sudah dibekali dampak dari bahaya narkoba itu,” beber Finalis Duta Anti Narkoba Tahun 2013 ini.

Dimomentum hari sumpah pemuda 2019, Besar harapannya, pemuda Tarakan bisa ikut andil dalam perubahan zaman termasuk di era digital. Menurutnya, banyak aktivitas positif yang bisa dikerjakan, karena akses informasi sangat mudah di dapatkan.

“Harus ada inovasi baru dilakukan oleh pemuda agar mengangkat nama baik pemuda Tarakan ke permukaan. Walikota Tarakan kita juga sangat fokus pada pembenahan kemajuan teknologi, dan informasi, sehingga banyak aktivitas yang bisa pemuda kerjakan misalnya berpartisipasi dalam peningkatan wirausaha yang dikerjakan pemuda, kemudian berekspresi melalui seni dan budaya. Mungkin nantinya bisa membantu pemerintah dalam menekan angka kriminalitas dan penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. (rt20)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini