Karhutla masih Jadi Ancaman di Tarakan

TARAKAN, mediakaltara.com – Selama tahun 2019, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kota Tarakan secara angka dinilai masih sangat tinggi, dan berpotensi menjadi ancaman besar di Kalimantan Utara.

“Ada 62 kasus karhutlah sepanjang tahun 2019. Akibatnya  60 hektar lahan. Hangus terbakar. Paling besar itu di bulan Agustus yang menghanguskan 33,5  hektar di titik yang berbeda. Kami belum mengetahui penyebab kebakaran lahan itu, tapi kalau dugaan kami disebabkan karena cuaca panas, apalagi Tarakan ini mengandung minyak dan batubara,” beber Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Ir. Kajat Prasetio.

Kajat mengaku, penanganan Karhutlah lebih sulit daripada penaganan kebakaran di pemukiman. Lantaran akses untuk menjangkau lokasi karhutla di dalam hutan dan jauh dari pemukiman sangat sulit di jangkau petugas.”karena faktor itulah sebagian besar proses pemadaman Karhutlah memerlukan waktu berhari-hari. Selain itu resikonya juga besar. Belum lagi kalau lahannya kembali kering terbakar lagi seperti yang terjadi di amal. Makanya Karhutlah kadang sampai berhari-hari baru bisa padam,” ujarnya.

Ia mengimbau, agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang dapat menjadi pemicu Karhutla seperti membakar sampah atau membuang puntung rokok di sekitar lahan gambut.

“Kami tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar berhati-hati melakukan aktivitas di sekitar lahan gambut,”tutupnya. (rt20)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *