TARAKAN, mediakaltara.com – Instruksi Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis agar anggota Polri tidak memamerkan hasil kekayaan maupun menunjukkan gaya hidup hedonis di media sosial (Medsos), yang di sampaikan dalam Surat Telegram Nomor: ST/30/XI/HUM.3.4/2019/DIVPROPAM. Ternyata masuk peraturan disiplin anggota Polri soal kode etik profesi.

Menanggapi adanya instruksi ini, Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira mengaku, sudah mensosialisasikan ini kepada jajaran anggotanya maupun istri anggota yang tergabung dalam bhayangkari.

“Kami meminta ke anggota agar Hiduplah dengan sederhana, tidak perlu memamerkan harta,” ungkap Kapolres Tarakan, Senin (2/12/2019).

Menurut Filol, bagi beberapa anggota yang memiliki usaha di luar gaji Polri, juga diminta tidak memamerkan hasil kekayaannya maupun gaya hidupnya dengan mengenakan atribut Polri.

“Terutama di medsos. Kalau memang saya dapatkan maka akan dipanggil lalu ditanyakan tujuannya. Hargai organisasi kita, Kan intruksi Kapolri sudah jelas, memerintahkan anggotanya untuk tidak hidup hedonis. Kalau mampu, ya silahkan, asalakan jangan mengenakan atribut,” terangnya.

Lanjut Filol, memamerkan kekayaan dan gaya hiup di medsos dinilai juga dapat memancing kecurigaan masyarakat,”Bisa jadi ada masyarakat yang beranggapan dengan gajinya dan pangkat hanya segitu, kok hidupnya sangat mewah?. Nah ini akan menimbulkan intrik. Nanti masyarakat malah bertanya-tanya, ini benar tidak polisi kerjanya jujur. Jangan-jangan ada yang tidak bener,” jelasnya, kepada mediakaltara.com. (rt20)

Berikut isi Surat Telegram, berkaitan dengan hal tersebut di atas :

  1. Tidak menunjukkan, memakai, memamerkan barang-barang mewah dalam kehidupan sehari-hari baik dalam interaksi sosial di kedinasan maupun di area publik.
  2. Senantiasa menjaga diri, menempatkan diri pola hidup sederhana di lingkungan institusi Polri maupun kehidupan bermasyarakat.
  3. Tidak mengunggah foto atau video pada medsos yang menunjukkan gaya hidup yang hedonis karena dapat menimbulkan kecemburuan sosial.
  4. Menyesuaikan norma hukum, kepatutan, kepantasan, dengan kondisi lingkungan tempat tinggal.
  5. Menggunakan atribut Polri yang sesuai dengan pembagian untuk penyamarataan.
  6. Pimpinan kasatwil, perwira dapat memberikan contoh perilaku dan sikap yang baik, tidak memperlihatkan gaya hidup yang hedonis terutama Bhayangkari dan keluarga besar Polri.
  7. Dikenakan sanksi yang tegas bagi anggota Polri yang melanggar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here