TARAKAN, mediakaltara.com – Ketua formatur terpilih hasil Muskot KNPI Tarakan 30 November menanggapi aksi walk out beberapa OKP saat jalannya persidangan di forum. Erick menghormati mandat yang diberikan kepengurusan DPD KNPI Kaltara, kepada caretaker DPD KNPI Tarakan untuk menggelar Muskot.

“Melihat WO 21 OKP di forum, saya selaku penerima amanah daripada teman-teman OKP menghargai sikap teman teman sekalian yang mengambil langkah WO. Hanya saya sayangkan, kenapa WO itu dilakukan sebelum persidangan, kalau soal inkonstusional dan lain sebagainya, ayo dong kita sama sama bedah, kita sama sama duduk,” kata Erick Hendrawan saat dihubungi via telefon.

Terkait narasi dualisme di kepengurusan DPD KNPI Kaltara, Erick tetap berpatokan pada kepengurusan yang sudah dilantik secara terbuka oleh Gubernur Kalimantan Utara di Tanjung Selor beberapa waktu yang lalu.

“Artinya hari ini mereka juga harus sadar dualisme KNPI ini dualisme yang mana. Ketua KNPI Komarudin itu dilantik di depan khalayak umum oleh gubernur Kaltara,” kata Erick.

Dalam proses Muskot, Erick Hendrawan menjadi calon tunggal dan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD KNPI Tarakan. Kendati diwarnai aksi WO, Erick tetap membuka diri untuk melakukan komunikasi dengan beberapa OKP yang mengambil keputusan untuk meninggalkan arena Muskot.

“Saya selaku formatur terpilih juga akan tetap membuka komunikasi kepada rekan semua, terutama rekan yang WO. Prinsipnya hari ini saya bukan lagi milik OKP pendukung saya, saya milik semua OKP,” kata Erick.

Pasca terpilih, Erick akan fokus melakukan konsolidasi pemuda untuk menentukan visi dan misi serta program kerja KNPI Tarakan. Disamping itu Erick juga berencana untuk melakukan sowan kepada kepala daerah dan SKPD terkait.

“Kami tetap akan budaya sowan. Menghadap kepada kepala daerah dan beberapa SKPD terkait bagaimana KNPI akan bersinergi dengan program Pemerintah ke depan,” pungkasnya. (rus/rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here