TARAKAN, mediakaltara.com – Cegah penyebaran paham radikalisme dan teroris, DPD Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Provinsi Kaltara menggelar diskusi secara virtual, Sabtu (10/4/2021).

Diskusi denga tema “Selamatkan masa depan bangsa dari pengaruh paham radikalisme dan terorisme yang menghancurkan generasi” menghadirkan narasumber Ketua FKKRT Kaltara Datu Iskandar Zulkarnain. Lalu praktisi hukum DPN Indonesia Kaltara, Bilal Jagad Kelana.

“Peham radikalisme di Indonesia saat ini menjad seperti mati satu tumbuh seribu. Beberapa kejadian baru-baru ini pelakunya atau eksekutor merupakan anak muda. Sehingga itu menggerakkan kami untuk bagaimana memberi pencerahan ke generasi muda,” ungkap Ketua GPN Provinsi Kaltara, Rahmat Nur, Minggu (11/4/2021).

Dari diskusi ini kata Rahmat, diketahui pada tahun 2017 lalu, Kaltara masuk daerah lima besar rentan radikalisme. Hal ini dikarenakan Kaltara merupakan daerah perlintasan antar negara.

“Melihat dengan persiapan Ibu kota Negara di Kalimantan timur. Kaltara nantinya sebagai penyangga ibu kota, sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan kita karena kami melihat, paham radikalisem dan terorisme ini tetap masih ada jika pemudanya tidak tercerahkan,” ungkap dia.

Menurutnya, persoalan ini merupakan tantangan nyata, dimana teman-teman GPN di tuntut mengambil peran dengan melakukan pencerahan sejak dini, melalui media sosial agar dapat mebendung informasi hoax.

“Dari paparan narasumber juga, ternyata orang yang terpapar ini memahami bahwa pemerintah ini merupakan tubut, dinilai mengkriminalisasi ulama. Penting kita sebagai generasi muda untuk terus melihat perkembangan teman-teman di sekitar. Jadi indikasi melihat teman-teman terpapar itu ada, misalnya dia orang yang biasanya terbuka kemudian mendadak pendiam, lalu ada pertemuan bersifat rahasia dengan kelompoknya. Sering berdiskusi memahami dirinya lebih nenar dibandingkan orang lain,” demikain Ketua GPN Kaltara. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here