TARAKAN, mediakaltara.com – Aliansi Gerakan Dayak Nasional (GDN) mengusulkan 4 tokoh dayak di Kalimantan Utara untuk menjadi Menteri, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Presiden Republik Indonesia.

Aspirasi tersebut rencananya akan disampaikan langsung dalam agenda pertemuan dengan Presiden Joko Widodo pada 29 Agustus mendatang. Melalui aspirasi tersebut, GDN ingin menunjukkan bahwa masyarakat Dayak juga memiliki kapabilitas untuk membantu Presiden dalam menjalankan program kerjanya.

“Dari segi etika,  moral, kapasitas, akuntabilitas, responsibilitas dan smart thinking, tokoh-tokoh yang kami ajukan kepada Pak Jokowi sangat memadai untuk bisa membantu pemerintah mengurus negara yang kita cintai bersama ini,” ujar Ketua aliansi GDN, Dr. Nicodemus R Toun, MM.

4 tokoh dayak di Kalimantan Utara yang di usulkan Aliansi Gerakan Dayak Nasional (GDN) untuk menjadi Menteri

Nicodemus menilai, wakil Kalimantan harus mengambil peran dalam membantu Presiden menjalankan berbagai program kerja.

“Wilayah Kalimantan sangat luas dan loyal terhadap Indonesia. Sumber Daya Alam yang melimpah di eksploitasi untuk pembanguan negara ini tetapi tak mendapat jatah menteri, makanya kami melakukan pendataan untuk menunjukkan kepada negara bahwa orang Dayak punya kapabilitas, jangan selalu dianggap kami orang yang ketinggalan,” kata Nicodemus.

Adapun 4 tokoh dayak Kalimantan Utara yang diusulkan adalah Marthin Billa (anggota DPD RI terpilih), Yansen TP (Bupati Malinau), Adri Patton (Rektor UBT), dan Lumbis (birokrat).

“Daftar tokoh-tokoh Dayak akan terus kami himpun, terutama dari Kaltara karena baru Empat tokoh ini yang kami ketahui. Mungkin kedepan sebelum menghadap Jokowi masih ada tambahan,” imbuh Sekretaris aliansi GDN, Yusop Roni. (*/rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here