TARAKAN, mediakaltara.com – Seorang pria berprofesi sebagai guru sekolah swasta di Tarakan berinisial MS (26), mencabuli empat orang murid laki-laki. Kejadian ini terungkap saat salah satu korban terakhir melaporkan ke Satreskrim Polres Tarakan.

Kapolres Tarakan, AKBP Filol Praja Arthadira mengatakan, pencabulan dilakukan MS sejak 2 tahun belakangan ini, yang empat korbannya semua siswa laki-laki.

“Kita jerat pelaku dengan Pasal 82 ayat 2, junto pasal 76e, subsidair pasal 82 ayat 1 junto pasal 76e Undang-undang RI tentang perlindungan anak,” tegasnya, Selasa (13/4/2021).

Kasat Reskrim Polres Tarakan, Iptu Muhammad Aldi menambahkan, modus tersangka terhadap empat korbannya ini meminta di pijit dengan durasi sangat lama sekitar 1 hingga 2 jam, agar korban merasa lelah dan tertidur.”Kemudian si pelaku membuka celana korban lalu menaburkan bedak di bagian dubur dan akhirnya pelaku melancarkan aksinya,” terangnya.

Dari interogasi terhadap tersangka, dijelaskan Aldi, dia mengaku sudah capek memberikan hukuman kepada anak-anak tersebut. Lantaran pelaku guru di bagian pembinaan sekolah tersebut, dia berdalih ingin memberikan hukuman yang lebih tepat.

“Tapi tindakan pelaku ini salah, malah hal ini perbuatan tindak pidana. Dari empat korban yang sudah kami periksa ada yang mengaku sudah terjadi dan ada yang belum. Rata-rata satu kali kejadian tiap korban,” ungkap Kasat Reskrim.

Sementara itu MS mengakui, nekat melakukan hal ini, karena merasa jenuh menjaga siswa di sekolah itu dan stress dengan profesi guru yang di jalaninya.”Saya sebenarnya juga saat masih kecil pernah menjadi korban sodomi ketika tinggal di Malaysia,” singkatnya. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here