TARAKAN, mediakaltara.com – Melakukan patroli di perairan laut Sulawesi, Kapal Pengawas Perikanan KP. HIU 07 menemukan empat rumpon ilegal diduga milik nelayan Filipina, Rabu (14/10/2020).

Dalam pres rilisnya, Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan, Akhmadon menerangkan, empat rumpon yang di amankan bukan milik nelayan indonesia melainkan milik nelayan asing.

“Selain dari itu, kita merampungkan tiga Kasus Disruktif Fishing. Rumpon tersebut diduga tidak memiliki Surat Izin Pemasangan Rumpon (SIPR) sesuai Permen KP. No. 26/Permen-KP/2014 tentang Rumpon,” terangnya, Sabtu (17/10/2020).

Empat rumpon ilegal di tarik ke Tarakan oleh KP. HIU 07

Terhadap empat rumpon itu, kata Akhmadon, telah dilakukan pengambilan sebagai barang hasil pengawasan sesuai Perdirjen PSDKP No. 8 tahun 2020 tentang Penanganan Barang Hasil Pengawasan.

“Rumpon dibawa ke Stasiun PSDKP Tarakan untuk dilakukan penandaan atau pelabelan. Jadi walaupun kondisi Covid-19, kami Tetap focus mengamankan dan menjaga sumberdaya kita,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Untuk lokasi keempat rumpon diamankan yakni pertama di temukan pada 03° 52,847″ LU – 118° 36,270″ BT Pkl. 10.08 Wita, Rumpon kedua di 03° 52,602″ LU – 118° 37,127″ BT Pkl. 10.20 Wita. Kemudian Rumpon ketiga pada 03° 53,421″ LU – 118° 39,102″ BT Pkl. 10.42 Wita, dan Rumpon keempat pada 03° 53,325″ LU – 118° 39,429″ BT Pkl. 10.51 Wita. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here