TARAKAN, mediakaltara.com – Mencegah penyebaran informasi hoax, serta akun media sosial (medsos) yang mencoba melakukan provokatif selama tahapan Pilkada 2020, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Tarakan mulai menggalakan patroli siber di grup Medsos.

“Kita di Tarakan hanya melakukan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur saja. Kalau kita berkaca di Pilkada sebelumnya intensitas saling serang maupun mengejek antar tim pasangan calon menarik perhatian sangat banyak di medsos, hal ini tentu mengganggu keamanan juga,” ungkap Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Iptu Denny Mardiyanto belum lama ini.

Ia menyebutkan, dari Polres menugaskan dua personel untuk melakukan patroli siber.
Ditambahkannya, dalam melakukan patroli siber setiap harinya menargetkan postingan yang bersifat hoax dan provokatif.

“Semua group media sosial (medsos) yang ada di Tarakan, selalu dalam pemantauan kami, baik yang ada di facebook maupun whatshapp. Saat ini kita belum menemukan adanya indikasi atau penyerangan sebelah pihak. Kalau kita temukan, maka akunnya akan di cari, lalu pemilik akun kita panggil,” terangnya.

Ia juga menegaskan, pihaknya bisa menonaktifkan akun medsos yang dapat menimbulkan keresahan selama tahapan Pilkada.”Meski pun akun bodong yang digunakan, kita tetap bisa mendeteksi pemilik akun tersebut dengan sarana yang dimiliki tim siber,” ujarnya.

Denny mengaku, Pilkada sebelumnya pihaknya banyak menerima laporan dari pihak pendukung salah satu Paslon yang di dicemarkan oleh akun di medsos

“Waktu itu si pemilik akun kita panggil, lalu di konfirmasi dan kita dapati ada yang fotonya cuma dipakai dan ternyata akun bodong,” jelasnya.

Denny membeberkan, selain pemilik akun, pihaknya meminta para admin medsos, agar dapat menyaring postingan-postingan yang  dimasukkan ke dalam grup. Sebab admin juga sangat berperan dalam menyaring berita-berita yang akan dimasukkan.

“Apabila nanti sampai ada kejadian atau pencemaran nama baik, admin juga bisa kena. Karena anggota menshare dan bisa tayang karena diunggah oleh admin. Kita pernah panggil admin grup medsos untuk minta klarifikasinya. Kalau nantinya ditemukan dalam grup medsos ada akun yang coba memosting hoaks dan provokatif selama tahapan pilkada, kita tidak segan melakukan penindakan,”bebernya. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here