TARAKAN, mediakaltara.com – Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Malundung melambat, pasca crane dermaga yang biasa digunakan mengalami kerusakan beberapa hari terakhir. Sehingga, pemindahan peti kemas, saat ini menggunakan crane kapal.

General Manager Pelindo IV Tarakan, Enriko Fermi menuturkan, salama crane tersebut dalam perbaikan, pihaknya tetap berupaya meningkatkan kinerja.

“Beda dengan pelabuhan lain yang memiliki lebih dari satu crane. Kita di Tarakan ini hanya satu. Jadi, kalau di Pelabuhan lain ada crane rusak, tidak menghambat bingkar muat,” ucap Enriko.

Ia membenarkan, penggunaan crane kapal, sudah menjadi alternatif. Hanya saja proses pengangkutan lebih lambat daripada crane yang ada di dermaga. Ia pun sudah menindaklanjuti kerusakan dengan cepat oleh tim maintenance.

“Kita masi tunggu suku cadangnya dari Jakarta atau Surabaya. Karena di Tarakan tidak ada. Jadi, toko sparepart yang ada di Tarakan tidak mempersiapkan alat khusus crane dermaga. Biasanya untuk mendatangkan peralatan perlu waktu cukup lama, karena perjalanan menggunakan jalur laut dengan volume muatan yang besar,” terang Enriko.

Enriko mengatakan, crane dermaga ini masih bisa digunakan, namun berbahaya karena satu rodanya terlepas. Meski tidak maksimal, jika masih bisa dioperasikan akan tetap diupayakan untuk melakukan kegiatan bongkar muat peti kemas.

“Kita selalu lakukan perawatan secara berkala terhadap crane di dermaga. Sama seperti kendaraan juga. Cuma, kemarin itu terjadi trouble,” katanya.

Enriko menjelaskan, efisiensi bongkar muat crane dermaga lebih cepat di bandingkan menggunakan crane kapal. Untuk Crane dermaga bisa mengangkut sebanyak 20 boks kontainer per jam. Sedangkan crane kapal yang hanya berkisar 12 hingga 16 boks kontainer per jamnya.“Kami juga sudah mengusulkan penambahan crane, tapi setelah penambahan panjang dermaga selesai,” tutup dia. (mk78/rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here