TARAKAN, mediakaltara.com – Dua Kilogram sabu-sabu hasil pengungkapan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara), pada 8 Maret 2021 lalu. Dimusnahkan sebagian yang disaksikan para pelaku masing-masing berinisial yakni AB (68), SA (43), ES (26), dan AS (36), Rabu (14/4/2021).

Diketahui awalnya AB tertangkap di Pulau Ladang, Kabupaten Bulungan, saat menjemput bungkusan narkotika jenis sabu tersebut. Kemudian di serahkan kepada SA orang suruhan ES yang merupakan Narapidana Lapas Kelas II A Tarakan. ES juga ternyata diminta tolong oleh AS yang juga narapidana di Lapas Tarakan.

“Barang ini dari Malaysia yang masuk melalui perbatasan perairan Indonesia. BNNP terkendala tidak memiliki sarana transportasi laut, sehingga kami bekerjasama dengan Bea dan Cukai Tarakan dalam pengungkapan ini,” ungkap Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol. Samudi.

Ia menuturkan, kedua narapidana Lapas yang di tetapkan tersangka ini hasil pengembangan dari tersangka AB dan SA yang tertangkap duluan.

“Tim turun ke Lapas di bantu petugas Lapas untuk mengambil AS dan ES. Sehingga dari pengungkapan sabu dua kilogram ini kita tetapkan empat tersangka,” urainya.

Samudi memastikan, ke empat pelaku akan dijerat Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (2) Subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1), dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 tahun.

“Barang bukti ini kita musnahkan sebagian ym sesuai aturan. Jadi barang bukti sabu yang di gunakan untuk proses penyidikan, tuntutan dan peradilan adalah yang di sisihkan. Penetapannya sudah keluar sehingga langsung kita lakukan pemusnahan. Sementara yang di sisihkan sebanyak 0,5 gram,” ujar Kepala BNNP Kaltara.

Untuk diketahui, sebelum dimusnahkan petugas Labkesda Tarakan terlebih dahulu mengecek ke aslian dua bungkus sabu tersebut. Selanjutnya sabu-sabu ini di larutkan kedalam ember berisi air sambil di aduk. Setelah itu air yang bercampur dengan sabu tersebut di buang ke dalam kloset. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here