TARAKAN, mediakaltara.com – Lokasi pertambakan di provinsi Kaltara menjadi salah satu tempat rawan penyelundupan narkotika. Belum lama ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Utara bersama Tim Tindak Bea dan Cukai Tarakan mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu di dua lokasi pertambakan, dengan barang bukti sabu seberat lebih 1 Kilogram (Kg).

Kepala BNNP Kaltara Brigjen Pol Henry Parlinggoman Simanjuntak melalui Kabid Pemberantasan, AKBP Deden Andriana menerangkan, dari pengungkapan ini pihaknya menangkap lima orang masing-masing berinisial SD, AS, SP, PK, serta IN.

“Pertama di tambak wilayah Tanjung Kramat kami mengamankan tiga orang yakni SD, AS, dan SP. Ketiganya sedang pesta narkoba, karena pada saat diamankan tim menemukan alat bong didalam pondok tambak” ungkapnya, Senin (9/11/2020).

Deden mengatakan, di lokasi pertama salah satu pelaku berinisial SD yang menerima barang haram itu dari Seseorang, sabu diselipkan SD dibawah atap seng bagian dapur pondok tambak.“Disaksikan oleh pelaku SD, tim mengambil barang bukti tersebut yang dibungkus dengan plastik kresek warna hitam, berisikan satu bungkus plastik bening berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu dengan kode AAA dikemas dalam bungkusan teh china warna hijau” kata dia.

Saat dilakukan pengembangan, Dijelaskan Deden, sabu itu diperoleh dari seseorang di wilayah pertambakan Tanjung Daun, Kabupaten Nunukan.

“Sore harinya kami langsung menuju tambak kedua. Disitu kami amankan seseorang berinisal PK dan AN, dengan barang bukti 2,44 gram. Jadi selain mereka (pelaku) edarkan, sabu ini di ambil sedikit untuk di gunakan. Hasil tes urine ke limanya juga menunjukan positif.

Deden mengungkapkan, barang bukti yang di amankan dari pengungkapan bersama BC Tarakqn yaitu satu bungkus sabu seberat 1.004,27 gram, satu bungkus narkotika jenis sabu seberat 2,44 gram, satu lembar plastik kemasan teh berwarna hijau, dua lembar plastik warna putih, satu lembar plastik warna hitam, alat bong, korek api gas, jaket warna biru les cokelat, tujuh HP, satu speedboat warna hitam bertuliskan perintis serta mesin Yamaha 85 PK.

“kelima pelaku merupakan warga Tarakan, dan mengaku sudah ketiga kalinya melakukan peredaran narkotika, dari salah satu pelaku ini adalah pemilik tambak. Rencananya akan mengedarkan sabu ini ke Tarakan dan Tanjung selor. Dari perkara ini kita juga menetapkan dua orang yang masuk Dalam Daftar pencarian Orang (DPO) yang pertama adalah pengantar sabu dan yang kedua adalah pengendalinya. Untuk kelima pelaku ini akan di jerat pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 UU Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Kepala KPPPBC Tarakan Minhajuddin Napsah menambahkan, pengawasan dan Penindakan yang dilakukan oleh Bea Cukai Tarakan tentunya tidak akan berjalan dengan baik tanpa sinergi yang kuat antara instansi terkait dan juga lapisan masyarakat Indonesia, demi mencegah masuknya peredaran Barang Ilegal yang dapat merusak moral Bangsa.

“Dalam melaksanakan tugas negara di masa new normal pandemi Covid-19, kami tetap hadir untuk melindungi masyarakat Indonesia dari buruknya pengaruh narkoba dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan physical distancing melalui penggunaan masker dan menjaga jarak,” tuntas dia. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here