TARAKAN, mediakaltara.com – Sejumlah grup Media sosial (Medsos) Whatsapp sempat dihebohkan dengan beredarnya rekaman suara melaporkan kejadian hipnotis dengan modus sebagai petugas penyemprotan diisinfektan, di kelurahan Karang anyar. Beredarnya rekaman tersebut langsung ditindak lanjuti oleh jajaran Satreskrim Polres Tarakan, dengan mencari orang yang melaporkan kejadian itu.

Saat ditemui, Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Iptu Muhammad Aldy mengaku, pihaknya masih mendalami beberapa orang yang diduga menyebar rekaman tersebut.

“Kita masih cari tau itu rekaman dari mana, dan menelusuri dimana kejadian itu, karena orang yang menjadi korban dalam rekaman itu tidak ada datang kekantor untuk melaporkan kejadian tersebut hingga siang ini,” ungkap Aldy, Rabu (1/4/2020).

Dari penelusuran rekaman itu, Aldy mengatakan, beberapa orang yang menyebar rekaman juga mendapatkannya dari grup Whatsapp.

“Kalau ada laporan dari korbannya pasti kami tindak lanjuti. Kita belum bisa memastikan rekaman ini benar atau hoax, karena sedang melakukan proses pembuktian,” katanya.

Dalam kesemoatan ini Aldy mengimbau, agar warga terus meningkatkan kewaspadaan diri. Meski sedang terjadi peristiwa mewabahnya virus Covid-19 ini, tindak kejahatan di Tarakan tidak berkurang.

“Kami minta warga tetap waspada. Bisa saja muncul modus baru tindak kejahatan disaat seperti ini. Jika menjadi korban tindak kejahatan bisa langsung laporkan ke kita,” tuntasnya. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here